Produktivitas kami meningkat selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation

blog

Tidak dapat dipungkiri, perangkat pendukung seperti komputer adalah hal yang penting bagi developer, dengan perangkat yang mumpuni, para developer dapat menghasilkan game yang baik.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu Miraimimpi untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Nauval, ketua tim Miraimimpi mengungkapkan bahwa produktivitas dari tim mereka sangat meningkat pesat sejak mengikuti program Indigo Game Startup Incubation ini, bagaimana fasilitas dari program ini mendukung mereka untuk bekerja lebih baik lagi untuk menghasilkan game yang lebih baik.

“Sebelumnya kami hanya bekerja dengan peralatan yang ‘mumpuni’ pada eranya, tetapi pada saat kami mengikuti program ini, kami mendapatkan fasilitas perangkat komputer yang sangat mumpuni, sehingga kami tidak menemukan kendala apapun dalam mengerjakan proyek kami” ujar nauval.

Peningkatan produktivitas tersebut mencapai 2,5%, bukan angka yang sedikit tentunya, Miraimimpi menjelaskan bahwa peningkatan mereka bukan cuma peningkatan dari segi produktivitas saja, tetapi dari Project Management dan bagaimana cara menyatukan 5 anggota tim ini menjadi punya satu visi.

“Kami sebelumnya adalah tim yang terdiri dari 2 orang saja, kami mengerjakan semuanya berdua, dari awal sampai akhir, tetapi ketika kami mengikuti program ini, saya sebagai ketua tim banyak belajar bagaimana menyatukan tim ini agar mempunyai visi yang sama dengan visi miraimimpi sendiri, saya pun belajar bagaimana me manage tim dengan baik dan benar” ujar Nauval.

Miraimimpi juga mengomentari bagaimana fasilitas pendukung lain nya di program ini turut mendukung tim mereka dalam mendevelop game mereka.

“Suasana di ruangan kerja bersama ini pun sangat mendukung kami untuk bekerja lebih baik, suasana yang tenang dengan fasilitas pendukung seperti cemilan dan minuman pun mempunyai andil dalam produktivitas kami” ujar Nauval.

Menurut penelitian, suasana lingkungan kerja sangat berpengaruh dengan tingkat produktivitas, semakin baik lingkungan kerja kinerja orang yang bekerja juga semakin meningkat.

“Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk para peserta program ini selain memberikan bimbingan bersama para ahli, kami ingin mereka (para peserta) fokus untuk membuat game terbaik yang mereka bisa ciptakan dan tentunya dapat memenuhi kebutuhan pasar industri game” ujar Aditia Dwiperdana,

Saat ini, Miraimimpi sedang mengerjakan proyek game mereka yang bertajuk “Bouncing Cat” dan sedang ditahap early access.

Game ini adalah game turn-based-shooting artillery dimana projectile atau pelurunya sama sekali tidak melukai tetapi justru area-nya yang terkena damage. Jadi fungsi projectile disini cuma untuk “memantulkan” user.

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!

Read More

Indigo Game Story : MDL Team “Tidak ada kata terlambat!”

blog

Tidak dapat dipungkiri, bahwa menentukan ide dari game yang akan dibuat adalah hal yang sangat krusial, karena berawal dari ide game masa depan dari studio atau tim itu sendiri dipertaruhkan, salah memprediksi ide game dapat membawa masa depan studio atau tim itu sendiri kedalam jurang kegagalan.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu MDL Junior Team untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Sarah, 2D Artist dari tim MDL Junior mengungkapkan bahwa momen dimana mereka memutuskan untuk mengganti ide game mereka disaat-saat mereka telah mengerjakan salah satu project mereka, dan perubahan ide tersebut terjadi pada saat mereka bertemu langsung dengan Arief Widhiyasa, selaku CEO Agate International. Pada saat itu beliau memberikan masukan dan tips bagaimana cara membuat game yang tidak hanya bagus tapi juga mampu bertahan di pasar dan dapat memberikan profit bagi studio mereka, lalu bagaimana jika pemodal memberikan suntikan dana ke studio mereka, bagaimana mereka dapat mendapatkan keuntungan dari dana yang di berikan oleh para pemodal melalui game yang mereka buat dan bagaimana menentukan ide game yang bagus dan sesuai dengan power terbesar dari studio mereka, yaitu di casual games dari situlah mereka menyadari bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengganti ide game mereka yang menurut Arief dan para mentor yang lain tidak terlalu cocok di market Casual.

“Tim kami disini belajar banyak sekali tentang bisnis terutama dari Arief Widhiyasa, selaku CEO Agate International yang sudah sangat terkenal dengan keahlian beliau di bidang Game Business dan Iqbal Widodo dari Melon Indonesia juga mengajarkan kami bagaimana itu Monetisasi, kami selama ini merasa kami hanya perlu membuat game yang menurut kami bagus saja dan sesuai dengan minat kami, tanpa memikirkan bahwa Game Business dan Monetisasi game juga. Tidak ada kata terlambat bagi kami untuk belajar hal-hal baru terutama menentukan target dan audience untuk game kami” Ujar Sarah.

Banyak penggiat di Game Development sendiri terutama Indie Game Development tidak menyadari betapa pentingnya untuk menentukan target dari studio atau tim mereka, karena banyak dari tim ataupun studio tidak melakukan riset yang lebih dalam dan hanya mengedepankan pemikiran mereka sendiri tanpa menyadari kebutuhan pasar itu seperti apa.

“Tim kami sebelumnya tidak terlalu memikirkan bagaimana cara menentukan target audience kami, jadi kami ambil target pasarnya lebih ke universal, tetapi setelah menjalani banyak sesi mentoring bersama mentor-mentor dari program Indigo Game Startup Incubation ini, tim kami akhirnya mulai memfokuskan target kami menjadi lebih spesifik” Ujar sarah.

MDL Junior Team juga mengatakan bahwa para mentor di program ini tidak hanya membantu mereka dalam menentukan target pasar dari tim mereka, tetapi membantu mereka dalam peningkatan kualitas Art, Programming serta objective di game mereka sendiri.

“Saya secara pribadi juga merasakan perubahan yang signifikan di sisi kualitas Art saya sendiri, setiap masukan dari mentor membantu saya untuk meningkatkan kualitas karakter dan storyline dari game kami. Teman-teman programmer di tim saya juga mengalami peningkatan skill secara signifikan, mentor disini tidak hanya membantu kami dalam menentukan arah dari studio kami, tetapi kualitas dari gameplay dari game kami sendiri berubah secara drastis berkat bantuan para mentor” Ujar Sarah

Di Program Indigo Game Startup Incubation, sebagai program inkubasi game yang pertama di Indonesia, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dari studio-studio game dengan mendatangkan mentor-mentor yang berkualitas dan sangat berpengalaman di bidangnya untuk menciptakan Developer game yang berkualitas dan dapat bersaing dengan developer-developer dari luar negeri.

“Kami ingin semua tim-tim yang mengikuti program ini menjadi studio-studio yang menghasilkan game yang berkualitas dan diharapkan dapat menguasai pasar di dalam negeri sendiri, karena seperti yang kita ketahui bahwa pasar game di Indonesia sendiri sangatlah besar tetapi game asal Indonesia mengalami kesulitan untuk bersaing dengan developer-developer game luar negeri, oleh karena itu kami hadir disini sebagai wadah untuk memajukan industri Game Development di Indonesia” ujar Wimindra Lee, salah satu mentor game design di program Indigo Game Startup Incubation

Saat ini, MDL Junior team sedang mengerjakan project game mereka yang bertajuk “Little Lost One” dan telah memasuki tahap early access

Game ini adalah game bergenre Horror, puzzle, casual dimana user harus membantu Anna, sang main character untuk menemukan jalan kembali ke dunianya sendiri setelah ia dengan tidak sengaja memasuki dunia lain dengan melewati portal yang mempunyai monster-monster menakutkan di dalamnya. Anna harus menyalakan goblet untuk mengaktifkan portal transportasi dan memecahkan teka-teki yang ada agar bisa keluar dari tempat tersebut.

Untuk mengunduh game “Little Lost One” silahkan klik

“Game kami saat ini telah tersedia di Google play store dan masih dalam tahap early access, dengan judul “Little lost One”, kami sangat berharap para pembaca dapat mengunduh game buatan studio kami dan memberikan feedback untuk game kami, setiap feedback dari teman-teman sangatlah berharga bagi tim kami untuk berkembang menjadi lebih baik lagi” ujar Sarah dan diamini oleh rekan-rekan timnya.

Tim MDL Junior juga mengungkapkan harapan mereka untuk developer lain agar bergabung ke program Indigo Game Startup Incubation ini. “Ayo menjadi part of Indigo Game Startup Incubation, Program ini sangat membantu tim kami untuk menentukan arah dari studio dan game kami, dan menyediakan support yang dibutuhkan oleh para developer, jadi jangan ragu untuk mendaftarkan tim kalian di program Indigo Game Startup Incubation batch ke 2!”

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!

Read More

Indigo Game Story : Titik balik Eternal Dream menemukan karakteristik Studio mereka

blog

Tidak dapat dipungkiri, bahwa mencari dan menemukan karateristik sebagai developer game itu sangatlah sulit, banyak kendala yang ditemui oleh para developer ketika ingin membuat game. Seperti bagaimana cara nya untuk “survive” di pasar dengan game yang mereka buat ataupun bagaimana cara untuk menarik investor agar dapat berinvestasi ke studio mereka hingga dilema antara ideologi dan kebutuhan pasar itu sendiri.

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel kami sebelumnya yang bertajuk Pentingnya Program Inkubasi Game Bagi kebangkitan Industri Game Indonesia.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu Eternal Dream Studio untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Ketua tim Eternal Dream, Lucky Putra Dharmawan memaparkan bahwa titik balik itu terjadi pada saat mereka bertemu langsung dengan Arief Widhiyasa, selaku CEO Agate International. Pada saat itu beliau memberikan masukan dan tips bagaimana cara membuat game yang tidak hanya bagus tapi juga mampu bertahan di pasar dan juga dapat memberikan profit bagi studio mereka, lalu bagaimana jika pemodal memberikan suntikan dana ke studio mereka, bagaimana mereka dapat mendapatkan keuntungan dari dana yang di berikan oleh para pemodal melalui game yang mereka buat dan bagaimana menggunakan power terbesar dari studio mereka, dari situlah titik balik mereka menemukan karakteristik dan tujuan studio mereka yang sesungguhnya.

“kami dulu hanya membuat game yang menurut kami asal bagus dan enak dimainkan dan berharap bahwa para user akan menikmati game kami, tapi setelah kami mengikuti sesi brainstorming yang diadakan oleh Indigo Game Startup Incubation kami jadi sadar, bahwa kami tidak bisa memaksakan ‘ideologi’ kami kepada user” ujar Lucky.

Setelah pertemuan itu, studio mereka pun mengambil langkah yang cukup berani yaitu dengan mengganti ide game yang sebelumnya bergenre Arcade, Casual berjudul Indigo menjadi genre Visual Novel, Slice Of Life berjudul Menggapai Matahari. Dapat dilihat dengan jelas bahwa kedua game ini mempunyai genre yang sangat berbeda:

  • Genre Arcade, casual adalah permainan-permainan singkat dengan sistem kendali sederhana, dan biasanya akan semakin sulit seiring naiknya level.
  • Visual Novel adalah game yang merupakan adaptasi dari inkarnasi komik di video game. Permainan jenis ini dipenuhi gambar-gambar statis ala anime atau dengan animasi minimalis (dan kadang dilengkapi suara) yang menyajikan berbaris-baris teks.

Kedua genre game ini sendiri sama-sama memiliki pasarnya masing-masing, dengan pasar yang sangat besar pula. Tetapi mereka menyadari bahwa Eternal Dream adalah studio yang memiliki kemampuan kuat di bidang art, sehingga mereka berfikir untuk membuat Visual Novel dimana jumlah target usernya pun cukup potensial di pasar industri game Indonesia.

“Kami merasa bahwa saran dan masukan dari pak Arief Widhiyasa sangatlah membantu dalam menentukan masa depan dari studio kami, mengingat menentukan genre dan ide game sendiri adalah tahap yang krusial, oleh karena itu kami sangat berterimakasih kepada Indigo Game Startup Incubation yang telah menerima kami sebagai salah satu tim peserta di batch 1 ini, kami mendapatkan banyak ilmu yang sangat berharga disini” ujar Lucky dan diamini oleh rekan-rekan tim nya.

Eternal Dream Studio saat ini tengah mendevelop game mereka yang bertajuk “Menggapai Matahari”

Gameplay game ini menceritakan kehidupan seorang main character yaitu siswi SMA dalam menjalani kehidupan nya sebagai siswi SMA dan akan ditemani oleh 3 side character dan menyuguhkan 9 ending cerita yang berbeda dan tentunya menarik, setiap ending yang didapatkan user sesuai dengan pilihan yang dipilih di dalam game tersebut.

“Saat ini game kami telah memasuki tahap early access, dan dapat di unduh di Google Play Store, kami berharap para user dapat mengunduh game kami serta memberikan feedback, karena kami sadar tanpa feedback dari pada user, kami tidak dapat meningkatkan kualitas dari game kami menjadi lebih baik lagi” ujar Lucky.

Untuk mengunduh mengunduh game dari Eternal Dream Studio, silahkan klik

Eternal Dream Studio juga mengungkapkan harapan mereka untuk developer lain agar bergabung ke program Indigo Game Startup Incubation ini. “ Kami berharap agar teman-teman sesama developer yang belum bergabung di program ini agar segera bergabung ke batch selanjutnya, studio kami sendiri telah membuktikan bahwa program ini sangatlah membantu kami dalam Business Development hingga menentukan arah dari studio kami sendiri. Jadi, jangan lewatkan kesempatan emas ini” ujar Lucky.

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!

Read More

Indigo Game TALKS : Mengulas Game “Bouncing Cat”

blog

Kembali ke topik kucing, penggemar kucing memang semakin menggila, jumlah game dengan tema binatang yang menggemaskan ini semakin meningkat.
Salah satu jenis kucing yang sedang “viral” di Indonesia ini adalah kucing berwarna orange. Kucing orange atau biasa disebut ‘kucheng oren’ ini terkenal dengan sifat barbar dan kasar serta pemberaninya.

Menurut Miraimimpi, tim yang membuat game ini, mereka membuat game ini karena mereka menginginkan sesuatu yang unik dan tidak ada di game lain, maka terciptalah Bouncing cat atau Kucing Mantul (KuMan).

Mengapa memilih “Bouncing Cat” ?

Menurut kami, tim dari miraimimpi sendiri memilih ide ini karena mereka ingin mengisi tren “kucing orange” dan selain itu juga tema kucing selain menggemaskan, dan juga kesempatan pasarnya sangat besar, tidak dapat dipungkiri jika kucing mempunyai penggemar dari seluruh kalangan usia, tua maupun muda, lelaki maupun perempuan.

Untuk kucing orange sendiri, mempunyai tempat tersendiri di hati penggemar ‘meme’ di Indonesia. Dapat kita lihat sendiri bahwa karakter di game “Bouncing Cat” ini tidak hanya kucing orange saja, tetapi ada ayam dan anjing juga loh!

Apa unique selling dari game ini?

Dengan genre Casual, turn-base yang asik dan tentu nya dapat di mainkan oleh segala usia, tua maupun muda, serta “cat lovers” di indonesia sendiri sudah sangat banyak di Indonesia maupun diluar negeri serta alur permainan yang tidak dapat ditebak!

Gameplay dari game ini sendiri kelihatan sangat ‘simple’ namun nyatanya sangat adiktif dan menantang, yaitu para player harus memantulkan karakternya (kucing) ke lawan dan pantulan tersebut akan menyebar ke area lain, player akan mendapatkan combo dari pantulan tersebut, dan berpotensi mendapatkan combo yang sangat banyak!
Semakin banyak pantulan yang player lakukan, semakin banyak combo yang akan di dapatkan!

kami dari tim Indigo Game TALKS sendiri telah mencoba game ini, dan kami merekomendasikan kalian untuk mencoba game ini langsung, dan saat ini tersedia di google playstore, untuk mengunduh dan mencoba game Bouncing Cat silahkan klik disini!

Read More

Indigo Game TALKS : Mengulas game “Getting Back With The Ex”

blog

Seperti yang kita ketahui, cinta itu kadang menyakitkan, apalagi jika mantan yang sangat kita cintai meninggalkan kita untuk menikah dengan orang lain, rasa sakitnya sudah pasti tak terkira bukan?

Nah, mungkin banyak dari kita sangatlah mengerti ataupun pernah merasakan kejadian diatas. Dari fenomena “Ditinggal Nikah” ini, GINVO Studio terinspirasi untuk membuat sebuah game yang dapat di “relate” oleh semua kalangan, serta mengemas konsep game ini menjadi puzzle comedy sehingga para pemain dipastikan dapat terhibur.

Mengapa memilih tema “ditinggal nikah?”

Menurut kami, salah satu alasan mengapa GINVO Studio memilih tema ditinggal nikah ini ‘mungkin’ karena orang Indonesia orangnya mellow tetapi tetap santai, dapat dibuktikan dengan banyak nya orang indonesia memilih untuk menjadikan kesedihan mereka sebagai lelucon!

Dengan genre casual, puzzle, dan comedy, GINVO studio ingin mengajak para pasukan ‘sakit hati’ melampiaskan kekecewaan dan kemarahan kalian langsung kedalam game ini!

Apa unique selling dari game ini?

Menurut kami, unique selling dari game ini sendiri adalah karena masih jarang game bertema “sakit hati” , “ditinggal mantan” yang dikemas secara apik sehingga menghasilkan game yang sangat lucu. Game ini cocok sekali untuk pemain yang ditinggal nikah ataupun dalam masa patah hati ditinggal gebetan ataupun yang belum pernah merasakan hal tersebut, intinya game ini adalah game komedi yang berhasil membuat kalian lupa akan sakit hati ataupun gundah-gulana kalian!

Dengan gameplay yang simple dan catchy serta menggelitik, kami yakin game ini dapat merangkul seluruh kalangan masyarakat.

Kami sendiri telah mencoba game ini, dan hasilnya? sangat adiktif!
Tingkat kesulitan yang absurd namun lucu dan tak disangka-sangka! dan sangat enjoyable!

Gameplaynya sendiri yaitu kalian harus mengumpulkan kursi dengan jumlah yang cukup untuk menyingkirkan bodyguard serta sang pengantin pria!

kami sendiri merekomendasikan kalian untuk mencoba game ini langsung, dan saat ini tersedia untuk handphone android, klik disini!

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan follow kami via E-Mail, Facebook, dan Medium!

Read More

Pentingnya program inkubasi game bagi kebangkitan Industri Game Indonesia

blog

Menurut laporan GMGC SEA Mobile Report, terjadi kenaikan besaran pasar pada sektor game di Indonesia. Setidaknya dari tahun 2013 hingga 2017, terdapat kenaikan sebesar 37,3% per-tahunnya. Bahkan Menurut Newzoo, besarnya pasar Indonesia pada tahun 2017 mencapai sudah mencapai 879,7 juta dollar US dan diprediksi akan mencapai 1 miliar dollar pada tahun 2019 ini.

Walaupun pasar Indonesia tumbuh menjadi pasar yang besar, berdasarkan data dari AGI (Asosiasi Game Indonesia), bahwa hanya 8% pendapatan dari Game Indonesia yang masuk ke perusahaan Indonesia dan hanya 0,4% saja yang merupakan produk dalam negeri.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan agar Game buatan Indonesia dapat 3menguasai pasar dalam negeri sendiri adalah dengan membangun infrastruktur bagi Industri Game di Indonesia, termasuk dengan mencetak pengembang-pengembang game yang mempunyai daya saing yang tinggi dan diharapkan dapat bersaing dengan pengembang-pengembang game dari mancanegara.

Masalahnya, meskipun potensi pasar game di Indonesia sangatlah besar, untuk mencetak pengembang-pengembang game yang berkualitas ini pun tidak mudah karena sebelum-sebelumnya jarang ada yang memperhatikan industri game di Indonesia serta tidak adanya ‘wadah’ yang tepat untuk mengembangkan para developer ataupun para kawula muda yang ingin menekuni bidang Game Developer.

Melihat potensi serta kendala tersebut, maka Telkom Indonesia bekerjasama dengan Agate Entertainment dan Melon Indonesia meluncurkan program inkubasi game pertama di Indonesia dengan tajuk “Indigo Game Startup Incubation”, yaitu program inkubasi game yang membina 10 tim indie dari seluruh penjuru tanah air dan dilaksanakan selama 3 bulan di Bandung, batch pertama dari program ini sendiri telah dimulai pada tanggal 9 September 2019 dan akan berakhir pada tanggal 6 Desember 2019 nanti.

Program inkubasi game ini sendiri menawarkan solusi yang sangat menguntungkan bagi para peserta program ini, mereka diberikan bimbingan langsung dari mentor-mentor ahli yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, pendanaan, ruang kerja dengan fasilitas yang lengkap, jaringan langsung ke pengembang-pengembang game, serta investasi produk. Sehingga mereka dapat fokus untuk membuat produk yang terbaik tanpa perlu mengkhawatirkan hal yang lain.

“Dengan hadirnya program Indigo Game Startup Incubation ini, kami berharap para peserta nantinya dapat membuat game terbaik serta berkualitas tinggi dan dapat menguasai pasar di negeri sendiri serta mancanegara dan dapat membantu mencetak generasi-generasi baru yang berkompeten! “— Hoo Jia Ling, Program Director Indigo Game Startup Incubation.

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan follow kami di Facebook, Twitter dan Medium!

Read More