Defining Game Story Plot and Game Concept Iteration Until Can Be Accepted for Target Market


Updated on 23 Jun 2020

Hi Fellow Game Developers!

Kalian penasaran tidak sih dengan apa yang dipelajari oleh peserta IGSI batch 2 selama masa inkubasi di program ini?

Penasaran dong pastinya… Dalam program IGSI, setiap minggu para mentor selalu mengecek secara detail bagaimana proses perkembangan game dari setiap tim, dan mengecek lebih lanjut apa kesulitan yang dihadapi oleh setiap timnya.

Nah, menurut para mentor, setiap minggunya pasti ada perkembangan menarik yang dilakukan tenant dan patut dibahas sebagai lesson learned bagi game developer lain. Yuk, kita simak.

Tim 4Happy Studio harus kembali ke berpikir ulang untuk menegaskan premis cerita dari game mereka yang berjudul “Who Is He: Let Me Out.” Premis cerita ini perlu dipikirkan secara matang sebelum masuk ke tahap produksi game. Dari apa yang mereka pelajari, game developer harus berpikir lebih keras mengenai cerita dan tujuan yang ingin disampaikan dalam game kepada para pemainnya sebelum melanjutkan lebih jauh dalam pengembangan game. Hal ini ditujukan agar tidak membuang banyak tenaga dan waktu terutama dalam pembuatan asset dan implementasi gameplaynya. Ketika sebuah cerita sudah terlihat jelas tujuan akhirnya, maka perjalanan dari awal game menuju akhir game tersebut pun akan terlihat lebih jelas sehingga tenaga dan waktu yang diberikan ketika membuat detail dan asset pun bisa lebih terarah.

Tim yang juga mendapat pelajaran menarik lainnya adalah tim Last Boss Studio yang sudah pernah ikut di program IGSI batch sebelumnya. Di batch kali ini mereka membuat sebuah game dengan konsep yang cukup berbeda dengan game yang sebelumnya mereka kembangkan di batch pertama. Masih sama-sama bernuansa fantasy, game berjudul “Tower Dungeon” yang mereka bawakan kali ini diperuntukkan smartphone dengan genre action-rhythm di mana pemain akan mengikuti ritme lagu untuk menyerang musuhnya.

Sebelum akhirnya mereka sampai ke konsep game yang akan mereka kembangkan ini, mereka terus menerus melakukan eksplorasi berbagai konsep game-nya agar menjadi konsep yang menarik dan memiliki potensi yang baik ke depannya untuk dikembangkan melalui program IGSI, dimana seperti gambar diatas, mereka awalnya membuat konsep mockup dalam bentuk landscape (sebelah kiri gambar), dan sekarang disederhanakan menjadi bentuk portrait agar lebih casual memainkannya (sebelah kanan gambar). Setelah melihat apa yang mereka alami, dapat diambil satu hal bahwa sebagai Game Developer harus selalu siap untuk terus mengulang konsep game yang dikembangkan hingga sesuai untuk target market yang diinginkan dari game tersebut.

Itulah 2 dari sekian banyak pelajaran yang paling menarik untuk diceritakan pada kalian terutama sebagai sesama pengembang game agar menjadi tips and tricks juga bagi kalian yang mungkin sama-sama sedang mengembangkan game atau bahkan baru berpikir ingin mengembangkan game.

Kalau menurut kalian sendiri, mana cerita yang lebih menarik untuk kalian pelajari? Atau kalian punya pengalaman menarik sendiri? Tunggu pelajaran menarik berikutnya dari para peserta IGSI Batch 2 di minggu depan yah!