SSR Talks 15 – Finding Focus for Game Developers with Limited Resources

blog

Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat banyak sekali aplikasi dan game yang tersebar di marketplace aplikasi suatu perangkat, terutama di mobile platform. Seiring dengan perkembangan tersebut, semakin banyak pula developer aplikasi, termasuk game. Hal tersebut juga kemudian menyebabkan banyaknya aplikasi maupun game sejenis yang beredar luas di publik. Para developer pun berlomba-lomba memasarkan produk mereka kepada user.

Ditambah lagi algoritma yang berlaku pun tidak melulu merujuk semata-mata pada kebiasaan user yang menggunakan aplikasi sejenis dan semacamnya. Sehingga developer sering kali perlu harus pula mengeluarkan resource lebih agar produknya dapat langsung ditemukan oleh user atau player yang dituju. Sebab itu pula optimalisasi applikasi sangat dibutuhkan oleh para game developer terutama developer yang masih terbilang kecil dengan resources yang terbatas. Selain itu, para developer juga perlu memfokuskan pengembangan dan pemasaran produknya agar upaya-upaya tersebut menajdi lebih efektif dan dan optimal.  

Pembahasan tentang optimalisasi distribusi mobile apps ini menjadi topik utama SSR Talks S2 Episode 15. Kali ini Indigo Game mengundang Founder dan CTO Slab Rocks, Sebastian Lagemann. Beliau akan membagikan berbagai macam hal yang dapat membantu untuk distribusi aplikasi dan game.  

Simak sesi SSR Talks 15 – Finding Focus for Game Developers with Limited Resources” di hari Sabtu, 19 November 2022 jam 16.00 WIB. Simpan link ini untuk diakses nanti. 

 

Read More

SSR Talks — Skill Set You Need to Know about Game Rendering

blog

Setiap tahunnya, puluhan bahkan ratusan game 3D dirilis dan siap dikonsumsi oleh publik dalam bentuk mobile, PC, maupun console game. Dalam proses pembuatannya, game-game ini melewati banyak sekali tahapan dan langkah-langkah yang tidak sederhana. Sampai akhirnya game akan dirender untuk diteruskan tahapannya hingga siap untuk dipublikasikan.

Tapi mungkin pertanyaan awalnya adalah apa itu rendering? Rendering adalah salah satu proses yang umum dikenal di berbagai industri kreatif, tidak terkecuali di industri game. Proses ini merupakan salah satu langkah vital pada akhir suatu development process. Pada ranah industri game, proses ini biasa dikenal dengan game rendering, yaitu teknik grafis yang melibatkan berbagai komponen model gambar dua maupun tiga dimensi dalam sebuah program. Proses ini memungkinkan game developer untuk menciptakan game dengan animasi dan visual semirip mungkin dengan kenyataan. 

Sama juga halnya dengan berbagai proses lain dalam game development, game rendering juga membutuhkan serangkaian skill; mulai dari kemampuan dasar, hingga variasi teknik yang relevan. Mengangkat bahasan mengenai game rendering, SSR Talks kali ini akan mengundang Randy Tjandra, seorang Rendering Engineer untuk TiMi Studios. Adapun salah satu dari banyak proyek pembuatan game yang di dalamnya ada libatan dan campur tangan beliau adalah Ghost Recon Online, sebuah multiplayer third-person tactical shooter video game.

Penasaran tentang seluk beluk Game Rendering? Simak sesi SSR Talks Episode 14 dengan judul Skill Set that You Need to Know about Game Rendering. Akan ditayangkan secara langsung di kanal Youtube Indigo Game pada Sabtu, 17 September 2022 pukul 16.00 WIB. Registrasi sekarang juga di sini!
 

Read More

SSR Talks – Visual Languages as Tools to Improve Visual Storytelling

blog


Sering kali apa yang menarik dari sebuah karya visual bukanlah sekadar detail ataupun warna yang dimiliki serta dipakai, melainkan pula cerita yang menempel pada karya itu sendiri. Seorang visual artist memiliki kemampuan untuk menyampaikan berbagai macam hal lewat sebuah gambar – termasuk di dalamnya cerita, emosi, dan pesan-pesan lainnya.

Dalam video game, tidak bisa dipungkiri kalau aspek visual pun memiliki daya tarik tersendiri bagi para pemain. Selain itu, gambar yang digunakan juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan suatu pesan kepada pemain tanpa melulu menggunakan teks. Hal ini tentu dapat membuat pengalaman bermain jadi lebih imersif karena sebuah visual art tersebut akhirnya dapat menghubungkan pemain dengan dunia yang telah kita buat bersamaan dengan cerita yang dibawanya.

Visual storytelling juga tidak terbatas hanya untuk berbagai heavy narrative game yang memang pada dasar tujuan gamenya adalah menyajikan experience lewat cerita. Sebagaimana heavy narrative, kebanyakan jenis game yang lainnya juga membutuhkan aspek visual yang dapat menyampaikan cerita dengan baik untuk menjaga gamenya tetap koheren. Agar penyampaian narasi lebih variatif dan apik dengan tidak melulu menggunakan teks sebagai mediumnya

Pembahasan soal aspek-aspek visual dalam sebuah karya, termasuk game, biasanya sangat menarik untuk diikuti. Pada SSR Talks kali ini, Indigo Game Startup Incubation mengundang Ann Maulina, seorang freelancer Comic Artist yang juga pernah bekerja untuk Marvel dan DC Comic

Pada sesi ini kita akan mengupas bagaimana sebuah visual dapat menjadi media storytelling yang menarik, yang kemudian dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan game. Simak SSR Talks Episode 13: Visual Languages as Tools to Improve Visual Storytelling yang akan ditayangkan secara langsung lewat kanal Youtube Indigo Game pada Minggu, 21 Agustus 2022 pukul 16.00 WIB

Registrasi sekarang juga di sini

Read More

Game Development Indonesia dari Masa ke Masa

blog

Industri game merupakan salah satu dari sekian banyak industri kreatif yang cukup kompetitif dalam perkembangannya. Rasio kegagalannya yang dinilai cukup tinggi oleh beberapa pihak membuat banyak game developer mengundurkan diri tanpa berpikir dua kali. Pekerjaan dalam membuat video game tidak mudah, banyak aspek di dalamnya yang sangat menuntut para pengembang untuk tidak sekadar menyukai dan memahami video game, tetapi pula pengembangannya. Dan ketekunan dalam bekerja adalah satu hal mutlak yang harus dimiliki ketika memutuskan untuk terjun ke dalam industri ini. 

Di Indonesia sendiri, orang mulai bermain video game sejak Nintendo atau game arkade seperti Ding Dong masuk ke indonesia pada era 80-an, kemudian pada akhir 90-an terekam kemunculan game developer yang diinisiasi oleh berdirinya Matahari Studios, yang diakui sebagai developer pertama di Indonesia. Selanjutnya nama Agustinus Nalwan pada saat itu juga disebut-sebut sebagai seorang yang sudah mulai mengembangkan game sebagai solo game developer dan juga menulis buku tentang pembuatan game. 

Lompat ke satu dekade berikutnya, Matahari Studios mengakhiri karirnya, namun seiringan dengan itu pula industri game diramaikan dengan munculnya fenomena The Flash Gold Rush yang terjadi pada era 2000-an dan kabar baiknya, tentu saja Indonesia turut terdampak. Fenomena tersebut menjadi titik awal hadirnya banyak studio-studio game development baru di Indonesia. Pesatnya perkembangan game industry di Indonesia pada masa kejayaan Flash juga jadi sebuah milestone pertama bagi beberapa studio yang hingga hari ini masih berdiri seperti Agate dan Toge Productions. 

Pada tahun 2010-an, industri game Indonesia makin jauh lagi melangkah setelah akses untuk merilis game pada mobile patform jauh lebih mudah, ditambah dengan perkembangan teknologi smartphone yang mulai muncul pada tahun-tahun tersebut. Beberapa mobile game yang akhirnya menjadi viral adalah Icon Pop Quiz yang dikembangkan oleh studio game Alegrium, dan Tahu Bulat oleh Own Games. Sementara di patform PC, terdapat marketplace game bernama Steam yang sempat memiliki program Steam Greenlight, yang akhirnya juga turut meningkatkan ekposur beberapa game buatan Indonesia pada publik yang jauh lebih luas. Beberapa di antaranya adalah Valthirian Arc, Celestian Tales, dan tidak ketinggalan DreadOutgame bergenre horor yang demonya sempat dimainkan oleh PewDiePie dan membuat popularitasnya melonjak signifikan. 

Berkembangnya industri game di indonesia sampai hari ini tidak terlepas oleh dukungan-dukungan dari komunitas seperti gamedev.id dan Asosiasi Game Indonesia melalui program Skilltree-nya di YouTube. Berkaitan dengan hal tersebut, Indigo Game pula hadir sejak 2019 lalu untuk turut ambil bagian dalam perkembangan industri game lokal. Inisiatif yang dikembangkan untuk mengadakan program inkubasi khusus game developer Indonesia serta sesi SSR Talks yang rutin diadakan tiap bulannya merupakan bentuk usaha yang diharapkan dapat mendukung perkembangan industri game.

Kemudian dengan ditetapkan dan diperingatinya Hari Game Indonesia pada tanggal 8 Agustus tiap tahunnya, diharapkan industri yang tengah dibangun bersama ini kelak akan mendapat tempat yang lebih baik lagi di kancah lokal dan internasional. Selamat Hari Game Indonesia!

Read More

Kunjungan Kemenkeu RI ke Indigo Game

blog

Minggu lalu Kementerian Keuangan melakukan kunjungan ke IndigoHub Bandung pada Kamis (28/07). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan konsepsi untuk pengelolaan inovasi yang kolaboratif dan terintegrasi. 

Dalam kunjungan tersebut para staf Kementrian Keuangan, termasuk Kasubag Tata Kelola II Biro Org dan Ketatalaksanaan, Cecep Hedi Herdiman, melihat langsung proses inkubasi para game startup Indigo Game Startup Incubation Batch 5 yang kini tengah berlangsung. Rombongan Kemenkeu juga disambut oleh Dinoor Susatijo, selaku Senior Manager Indigo Management beserta jajaran stafnya. 

Selain itu, para staf lain juga berbincang-bincang dengan beberapa member tim yang sedang dalam proses mengembangkan produk gamenya. Sejumlah topik yang dibicarakan adalah game yang sedang dikembangkan oleh para startup, serta proses penyelenggaraan program Indigo Game Startup Incubation itu sendiri. Di kesempatan yang sama juga terdapat showcase berbagai judul game garapan para alumni Indigo Game Startup Incubation angkatan sebelumnya, seperti Who is He, Biwar: Legend of Dragon Slayer, Project Buramato, dll. 

Pengayaan bahan dengan kunjungan langsung seperti ini dianggap sangat perlu dilaksanakan sebagai pendukung dalam proses penyusunan konsep pengelolaan inovasi. Diharapkan pula dengan kunjungan ini, pihak Kementrian Keuangan dapat mempelajari best practice terkait pengembangan framework budaya inovasi secara keseluruhan. Baik berupa sistem pendukung, maupun konsepsi penciptaan inovasi (inkubasi/sandbox) yang menjadi bagian dari proses bisnis yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia. 

 

Read More

Tahun ini Indigo Game Kembali Adakan Google Week

blog

Sebagai salah satu benefit yang Indigo Game berikan kepada para startup game yang tergabung di program Indigo Game Startup Incubation adalah penyelenggaraan acara internal, Google Week. 

Google Week merupakan sharing knowledge berupa online webinar yang rutin diadakan tiap periode Indigo Game Startup Incubation. Acara ini diisi oleh para pembicara yang berasal dari Google dan Google Partner, dan ditujukan untuk para startup IGSI yang berhasil lolos seleksi ke tahap inkubasi. Selain itu, para alumni IGSI dan Indigo Game Academy pun turut diundang untuk berpartisipasi pada event ini.  

Acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 13 – 15 Juli 2022 dan setiap harinya akan ada dua materi berbeda yang disampaikan kepada audiens. Secara garis besar, ada 5 muatan utama Google Week kali ini, yaitu validasi, monetisasi, database, marketing, analytics. Kelima topik tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi para startup ketika nanti produknya telah dirilis dan digunakan oleh publik.
 

Presentasi Understand Your Players Better with Global-scale Data and Analytics oleh Tiffany Adriana

Para pembicara yang mengisi acara merupakan para ahli dengan bidang expertise dari kelima topik utama di atas. Pada hari pertama, Tiffany Adriana, seorang CE Data Analytics di Google, memberikan banyak insight seputar analisis data lewat presentasinya yang berjudul Understand Your Player Better with Global-scale Data Analytics. Secara umum, materinya adalah sebuah ringkasan tentang kapabilitas data analytics untuk mendukung perusahaan game. Tiffany memaparkan tentang bagaimana para pemilik bisnis, termasuk para startup IGSI, bisa memanfaatkan data untuk mendapatkan insight tentang user mereka. 

Presentasi materi Games at Planet Scale with Google Cloud oleh Ady Suryawan

Selanjutnya, masih di Google Week Day One, hadir juga Ady Suryawan yang merupakan Customer Engineer Infra/Apps Mod di Google. Ady Suryawan mengangkat topik seputar penyimpanan database dengan materinya yang bertajuk Why GCP for Games?. Setelah membuka presentasi dengan sesi ice-breaking game menggunakan Kahoot, ia mencoba menjelaskan bagaimana teknologi yang dimiliki oleh Google Cloud Platform dapat memberikan banyak sekali keuntungan pada industri game. Dipaparkan juga bahwa bagaimana Google Cloud dapat menjadi jawaban dari masalah-masalah yang hari ini dihadapi oleh industri game. Disamping itu juga Google Cloud dapat mendukung industri untuk sustain dan bertumbuh di masa yang akan datang. 

Presentasi oleh Harry Tan

Selanjutnya, hari kedua Google Week dibuka oleh pemaparan materi tentang pengenalan Google Ads berjudul Introduction to Google Ads, yang dibawakan oleh Harry Tan. Sebagai seorang Growth Manager di bagian Mobile App Sales Google, Harry Tan memberikan penjelasan pada audiens untuk memperluas wawasan terkait Google Ads campaign. Selain itu juga disampaikan beberapa langkah startup untuk mulai mengetes gamenya.  

Presentasi materi oleh Vaishakh Nair

Setelah sesi pertama selesai, acara Google Week Day Two dilanjutkan dengan presentasi yang dibawakan oleh Vaishakh Nair, seorang Apps Regional Product Lead Google. Dengan mengangkat topik data analitik berjudul Measure Your Game Performance with Firebase. Di sini Vaishakh Nair memaparkan materi tentang bagaimana Google Analytics untuk platform Firebase dapat membantu para starup mendapatkan pemahaman yang lebih baik seputar user. Lebih jauh lagi, analisis ini juga bisa membantu penggunanya untuk menyaring para user yang dianggap valuable.

Presentasi materi oleh Ferdian Gunawan

Sama seperti event pada dua hari sebelumnya, hari ketiga Google Week 2022 juga dimuat oleh dua materi yang dibawakan para expert dari Google. Materi yang pertama adalah Take Your Game to The Next Level through Maximizing Lasting App Revenue. Ferdian Gunawan, Strategic Partner Manager Google, menerangkan tentang beragam macam format iklan AdMob dan dasar-dasar monetisasi menggunakan iklan. 

Presentasi materi oleh Sung Jae Joo

Sesi presentasi kemudian dilanjutkan oleh Sung Jae Joo, Regional Product Lead Google. Dengan materi berjudul How to Boost LTV through Hybrid Monetization, Sung Jae Joo membahas secara mendalam mengenai studi seputar hybrid gaming publisher yang tingkat keberhasilan strategi monetisasinya telah naik pesat dengan menggunakan metode monetisasi hybrid. 

Seluruh rangkaian materi yang dimuat pada Google Week pun ini diharapkan dapat membantu memberikan insight kepada para startup dan alumni Indigo Game Strtup Incubation mengelola dan memasarkan produk-produk game mereka ke depannya. 

Simak informasi terbaru tentang Indigo Game Startup Incubation lewat akun instagram Indigo Game.

Read More

IGSI Update: Grinsmile di Festival Gim Indonesia

blog
Asosiasi Game Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar acara persembahan bagi para pengembang dan penikmat game dalam negeri, Festival Gim Indonesia. Berlokasi di Cihampelas Walk Bandung, acara yang berlangsung pada 23 – 26 Juni 2022 lalu ini memamerkan 15 game buatan para pengembang game lokal. Masing-masing game tersebut pun dapat dinikmati oleh para pengunjung secara gratis. 
Dari sederetan judul game-game lokal populer yang berada di pameran, terdapat pula game garapan salah satu alumni IGSI Batch 2, Don’t Step On Me!. Game yang tengah dikembangkan oleh GrinSmile Studio ini menarik cukup banyak pengunjung untuk mencoba memainkannya. 
Dengan gaya pixel art yang likeable dan warna-warna vibran yang eye-catching pada environment-nya, game garapan Grinsmile ini pun banyak menuai pujian tentang grafis game yang digunakan. Don’t Step On Me! juga hadir dengan mode multiplayer yang bisa dimainkan bersama tiga orang teman, sehingga menambah keseruan pengalaman bermain. 
GrinSmile adalah studio pengembang game yang berbasis di Malang, Indonesia. Dengan game bergenre couch-party multiplayer, GrinSmile berhasil lolos di berbagai tahapan yang dilangsungkan pada program Indigo Game Startup Incubation Batch 2 tahun 2020 lalu.  
Setelah mengembangkan Don’t Step On Me! Selama kurang lebih 2 tahun, pada 2022 ini akhirnya Grinsmile Studio sampai di tahapan terakhir sebelum perilisan produk, atau yang biasa disebut tahap Gold. Don’t Step On Me! pun telah direncanakan akan rilis pada akhir tahun mendatang.
Ikuti informasi dan update terbaru dari GrinSmile Studio lewat akun Instagram GrinSmile Studio.
Read More

Opening Ceremony IGSI Batch 5

blog , news

Setelah dua tahun Indigo Game Startup Incubation dilangsugkan secara daring, untuk pertama kalinya fase inkubasi pada IGSI Batch 5 kali ini dilaksanakan secara hybrid (online dan offline). Begitu pula acara Opening Ceremony yang berlangsung pada Kamis (30/06) kemarin, di gedung Bandung Digital Valley (BDV). Acara ini dihadiri oleh beberapa petinggi baik dari pihak Telkom Indonesia, Melon Indonesia, maupun dari sisi Agate. Beserta VIP dari tim Indigo, tenant, dan tim manajemen IGSI pun turut hadir di lokasi. 

Acara diawali dengan pemberian kata sambutan dari Dinoor Susatijo, selaku Senior Manager Indigo Management. Selain memberikan sambutan hangat dan selamat kepada para game startup terpilih, beliau juga menyampaikan agar rekan-rekan startup bisa sebaik mungkin memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Baik itu fasilitas pengembangan dan fasilitas bimbingan yang bisa didapat dari para mentor.

Beliau juga menyatakan harapannya, “Semoga di batch kali ini semua startup bisa lulus ke tahap Alpha. Dan karena programnya sekarang dilaksanakan secara hybrid, semoga semangatnya juga bisa menjadi dua kali lipat, sehingga hasilnya pun akan jadi jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Dan semoga juga dapat menghasilkan game yang mendunia.”

Kata sambutan juga disampaikan oleh Shieny Aprilia, CEO PT. Agate International, kepada keenam game startup yang sudah sampai di tahapan inkubasi ini, “Ini baru langkah awal untuk kita sama-sama bisa membangun produk dan perusahaan teman-teman untuk bisa jadi perusahaan yang sustainable dan bisa bersaing di industri game global. Semoga teman-teman bisa memanfaatkan kesempatan yang betul-betul berharga ini semaksimal mungkin. Semangat dan tetap jaga kesehatan.” 

Acara seremoni selanjutnya disusul oleh pengenalan para mentor dan tim manajemen yang bertanggung jawab untuk kelangsungan program IGSI Batch 5 ini hingga penutupan nantinya. Tidak juga ketinggalan pengenalan keenam startup yang diinkubasi di angkatan kali ini, yaitu Berangin Creative, Motion Canvas, Mushroomallow, Seraph Games, Strayflux, dan UniXCorp.

Dalam sesi perkenalan, masing-masing leader mewakili startupnya untuk memperkenalkan anggota serta game yang mereka akan kembangkan di program IGSI kali ini. Kemudian acara ditutup dengan keseruan mini ice-breaking game berupa tebak gambar yang diikuti oleh seluruh tenant IGSI yang hadir pada acara kali ini. Beberapa partisipan yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah dari tim manajemen berupa merchandise menarik. 

Merujuk pada jadwal awal, periode inkubasi program IGSI batch 5 ini akan terselenggara selama 5 bulan, dengan menerapkan penempatan kerja secara hybrid, yaitu WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office). Kebijakan dan standar operasional yang terbaik pun sudah diterapkan sebagai bentuk penjagaan serta antisipasi penyebaran berbagai macam penyakit pasca-pandemi ini. 

Perkembangan program Indigo Game Startup Incubation dapat diikuti melalui media sosial facebook, instagram, dan twitter. 

Read More

Periode Regsistrasi IGSI Batch 5 Resmi Ditutup

blog , news

Setelah melangsungkan periode registrasi sejak 15 Februari 2022 lalu, kemarin, Kamis (07/04) akhirnya Indigo Startup Incubation Batch 5 secara resmi telah menutup pendaftaran tepat pukul 23.59 WIB. Dari rentang waktu tersebut, sejauh ini terdapat total 111 pendaftar, yang terdiri dari 34 pendaftar tim dan 77 pendaftar individu. Para pendaftar di batch kali ini pun berasal dari berbagai pulau di Indonesia termasuk Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi. 

Beriringan dengan periode registrasi, IGSI Batch 5 pun sudah memasuki fase Bootcamp. Melalui beberapa kegiatan seperti mentoring, webinar, dan latihan membuat one-slide pitch deck, para startup yang mendaftar sebagai tim mulai dipersiapkan untuk memasuki tahap inkubasi. Hingga saat ini sudah lebih dari 20 tim mengumpulkan one-slide pitch yang akan direview oleh para mentor. Lewat one-slide pitching ini, selanjutnya akan diputuskan apakah para startup bisa meneruskan membuat full pitch deck. 

Kegiatan lain yang berlangsung selama masa Bootcamp IGSI Batch 5 adalah sesi brainstorming yang berhasil mengumpulkan hampir 400 premis game. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kreativitas para startup dalam mempersiapkan sebanyak mungkin ide yang potensial dan menarik. Sehingga jika salah satu ide yang diajukan dinilai kurang menjanjikan, para startup masih memiliki banyak rencana cadangan yang bisa ditawarkan kepada juri maupun investor.

Antusiasme para peserta Bootcamp pun terlihat dari kegiatan di fase Bootcamp yang hingga saat ini masih berjalan dan diskusi daring yang hampir tidak berhenti setiap harinya. Kesibukan juga tampak daripara mentor yang memberikan bimbingan dan feedback kepada para peserta atas ide-ide yang diajukan. Melihat semangat publik yang semakin luas untuk terlibat langsung dalam game development ini menambah kepercayaan bahwa industri game Indonesia dapat berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah fase Bootcamp akan berakhir pada bulan Mei nanti, program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 pun akan segera memasuki tahapan seleksi di bulan yang sama, kemudian dilanjutkan dengan tahapan inkubasi para startup terpilih pada Juni mendatang. 

Informasi terbaru mengenai program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 bisa didapatkan dengan mengakses halaman Instagram IGSI di https://instagram.com/indigogame.incubation/. 

Read More

IGSI Game Jam 2022: You Control The Environment, Not The Player

blog

Sebagai salah satu upaya lain yang dilakukan untuk terus meningkatkan kreatifitas para game developer dan game development enthusiast, Indigo Game Startup Incubation akan kembali menggelar acara Game Jam tahunan. Tema besar yang akan diangkat pada event Game Jam kali ini adalah “You control the environment, not the player”. 

Ada pun jadwal rangkaian event Game Jam IGSI 2022 adalah sebagai berikut: 

Periode pendaftaran  7 – 14 Maret 2022 
Webinar mentoring  16 Maret 2022 
Deadline submisi  19 Maret 2022 
Periode voting (public)  21 – 24 Maret 2022 
Masa penjurian  24 – 25 Maret 2022 
Pengumuman pemenang  28 Maret 2022 

Event Game Jam ini terbuka dan dapat diikuti oleh umum. Sedangkan untuk kategori pemenang nantinya akan dibagi menjadi dua, yaitu experienced (game developer) dan pelajar. Seperti sebelumnya, kali ini game jam juga akan diselenggarakan menggunakan platform itch.io. Dan secara garis besar, berikut adalah persyaratan dan langkah-langkah untuk bisa berpartisipasi pada event ini. 

  1. Peserta adalah tim yang terdiri dari minimal 3 anggota. 
  2. Jika belum memiliki anggota tim, silakan bergabung di server Discord IGSI untuk mencari member tim. 
  3. Peserta harus memiliki akun itch.io. 
  4. Setelah mendaftar, silakan memantau server Discord IGSI untuk mendapatkan informasi selanjutnya. 

Selanjutnya, berikut adalah deliverable pada game jam kali ini:

  1. Tidak membuat game yang membutuhkan spesifikasi atau hardware khusus semacam tool VR, high-end PC atau membutuhkan instalasi tools lain (di luar game tersebut)
  2. Menggunakan asset gambar yang dibuat sendiri
  3. Musik dan sound diperbolehkan menggunakan free asset, dengan catatan mohon memerhatikan lisensi dan mencantumkan sumber
  4. Diperbolehkan menggunakan game engine apa pun
  5. Game tidak pernah diikutkan dalam perlombaan apa pun sebelumnya
  6. Video merupakan gameplay/playtrough (bukan trailer, screenshoot, dan playable dengan preferable domain .exe)
  7. Plus point: memiliki fitur multiplayer

    Total hadiah pada event kali ini adalah Rp25.000.000 yang akan dibagi ke beberapa kategori penilaian pemenang bagi masing-masing kategori pelajar dan experienced, rinciannya sebagai berikut:

    Kategori  Reward 
    Experienced (Game Developer)  Pelajar 
    Best Promising Concept  Rp4.000.000  Rp4.000.000 
    Best Fun Concept  Rp4.000.000  Rp4.000.000 
    Best Art  Rp4.000.000  Rp4.000.000 
    People Choice  Rp500.000  Rp500.000 

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh kategori pemenang nantinya akan divalidasi kembali oleh para juri sebelum akhirnya ditentukan sebagai pemenang mutlak. Pendaftaran IGSI Game Jam 2022 bisa dilakukan dengan melengkapi form pada link ini. 

     

     

    Read More
    EnglishIndonesianJapanese