Defining Game Story Plot and Game Concept Iteration Until Can Be Accepted for Target Market

blog

Hi Fellow Game Developers!

Kalian penasaran tidak sih dengan apa yang dipelajari oleh peserta IGSI batch 2 selama masa inkubasi di program ini?

Penasaran dong pastinya… Dalam program IGSI, setiap minggu para mentor selalu mengecek secara detail bagaimana proses perkembangan game dari setiap tim, dan mengecek lebih lanjut apa kesulitan yang dihadapi oleh setiap timnya.

Nah, menurut para mentor, setiap minggunya pasti ada perkembangan menarik yang dilakukan tenant dan patut dibahas sebagai lesson learned bagi game developer lain. Yuk, kita simak.

 

Tim 4Happy Studio harus kembali ke berpikir ulang untuk menegaskan premis cerita dari game mereka yang berjudul “Who Is He: Let Me Out.” Premis cerita ini perlu dipikirkan secara matang sebelum masuk ke tahap produksi game. Dari apa yang mereka pelajari, game developer harus berpikir lebih keras mengenai cerita dan tujuan yang ingin disampaikan dalam game kepada para pemainnya sebelum melanjutkan lebih jauh dalam pengembangan game. Hal ini ditujukan agar tidak membuang banyak tenaga dan waktu terutama dalam pembuatan asset dan implementasi gameplaynya. Ketika sebuah cerita sudah terlihat jelas tujuan akhirnya, maka perjalanan dari awal game menuju akhir game tersebut pun akan terlihat lebih jelas sehingga tenaga dan waktu yang diberikan ketika membuat detail dan asset pun bisa lebih terarah.

Tim yang juga mendapat pelajaran menarik lainnya adalah tim Last Boss Studio yang sudah pernah ikut di program IGSI batch sebelumnya. Di batch kali ini mereka membuat sebuah game dengan konsep yang cukup berbeda dengan game yang sebelumnya mereka kembangkan di batch pertama. Masih sama-sama bernuansa fantasy, game berjudul “Tower Dungeon” yang mereka bawakan kali ini diperuntukkan smartphone dengan genre action-rhythm di mana pemain akan mengikuti ritme lagu untuk menyerang musuhnya.

Sebelum akhirnya mereka sampai ke konsep game yang akan mereka kembangkan ini, mereka terus menerus melakukan eksplorasi berbagai konsep game-nya agar menjadi konsep yang menarik dan memiliki potensi yang baik ke depannya untuk dikembangkan melalui program IGSI, dimana seperti gambar diatas, mereka awalnya membuat konsep mockup dalam bentuk landscape (sebelah kiri gambar), dan sekarang disederhanakan menjadi bentuk portrait agar lebih casual memainkannya (sebelah kanan gambar). Setelah melihat apa yang mereka alami, dapat diambil satu hal bahwa sebagai Game Developer harus selalu siap untuk terus mengulang konsep game yang dikembangkan hingga sesuai untuk target market yang diinginkan dari game tersebut.

Itulah 2 dari sekian banyak pelajaran yang paling menarik untuk diceritakan pada kalian terutama sebagai sesama pengembang game agar menjadi tips and tricks juga bagi kalian yang mungkin sama-sama sedang mengembangkan game atau bahkan baru berpikir ingin mengembangkan game.

Kalau menurut kalian sendiri, mana cerita yang lebih menarik untuk kalian pelajari? Atau kalian punya pengalaman menarik sendiri? Tunggu pelajaran menarik berikutnya dari para peserta IGSI Batch 2 di minggu depan yah!

Read More

IGSI Batch 1 Games: Finally Goes to Beta!

blog

Hi Fellow Game Developers!

Para peserta dari program IGSI Batch 1 yang terpilih untuk melanjutkan pengembangan game-nya di bawah naungan Indigo Nation setelah lulus dari program Indigo Game Startup Incubation, akhirnya akan merilis game-nya!

Masih dalam tahap beta, game-game yang akhirnya akan dirilis tersebut berasal dari tim AIOUS, Ginvo Studio, MiraiMimpi, SLAB Games, dan Dragon Emperors.

jika kalian juga ingin ikut mencoba memainkan game-game dari para lulusan program IGSI batch pertama ini, silahkan coba langsung menuju link sesuai dengan judul game-nya di bawah ini yah!

  1. AIOUS – “World’s End” : https://bit.ly/aiouswe
  2. Ginvo Studio – “Nikahan Mantan” : bit.ly/nikahan-mantan
  3. MiraiMimpi – “Project MM” : DM / PM langsung ke @miraimimpi di sosial media mereka ya untuk minta link-nya!
  4. SLAB Games – “Kucingku Mana” : https://bit.ly/kucingkumana_EA_SLAB
  5. Dragon Emperors – “Cursed Mansion” :Steam : bit.ly/CursedMansionSteamItch.io : bit.ly/CursedMansionItch

Kalian juga bisa melihat informasi ini langsung di sosial media IGSI (Facebook dan Instagram), komen langsung di post sosial media kita yah untuk feedback kalian mengenai game-game mereka!

Read More

Game Visual Technical Discussion with Yodi Pramudito

blog

Bedah Visual Game Secara Teknis bersama Yodi Pramudito, Technical Mentor IGSI

Pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2020 lalu, Yodi Pramudito sebagai mentor Technical IGSI secara eksklusif mengadakan sebuah “bedah” visual game secara teknis bersama Wimindra Lee sebagai Mentor Game Design IGSI dan para perwakilan dari masing-masing tim peserta batch 2 secara online melalui Video Conference.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut mereka membahas keseluruhan visual dalam sebuah game mulai dari tekstur, pencahayaan, pewarnaan, sudut pandang, peletakkan bangunan atau benda, dan sebagainya.

Mereka membahas visual dan tekstur dari tampilan in-game dari sebuah proyek berjudul “The Last Night” sebagai contoh untuk dipelajari secara detail bagaimana game tersebut masih bisa memperlihatkan sebuah visual yang secara perspektif terlihat seperti sebuah 3D walaupun sebetulnya game tersebut dibuat secara 2D.

Mereka juga membahas bagaimana tampilan dalam game tersebut bisa mendapatkan sebuah “feel” bagi orang yang memainkannya seperti “cyber-punk” dari segi bangunan dan warna yang ditampilkan di game tersebut.

Dalam pembedahan visual game secara teknis ini, Yodi juga memberikan sebuah contoh secara praktikal melalui share-screen untuk menunjukkan bagaimana mem-“blend” warna yang baik untuk menunjukkan suasana yang sesuai dengan tampilan dalam game.

Tonton selengkapnya di link berikut ini.

Read More

Opening Ceremony Online IGSI Batch 2

blog

Setelah beberapa bulan diundur akibat pandemi Covid-19, program IGSI batch 2 ini akhirnya mulai dijalankan pada bulan Juni 2020. Pada hari Selasa, tanggal 2 Juni 2020, tim Manajemen Indigo Game Startup Incubation (IGSI) mengadakan acara pembukaan program IGSI batch kedua melalui Video Conference. Acara pembukaan dilaksanakan secara online dalam rangka penjarakan fisik sesuai dengan himbauan dari pemerintah.

Seremonial online ini dihadiri oleh para perwakilan dari PT Telkom Indonesia, PT Melon Indonesia, PT Agate Internasional, serta para peserta yang terpilih untuk mengikuti program IGSI batch 2, yakni 4Happy Studio (Batam), Last Boss Studio (Bandung), GrinSmile (Surabaya), Pendopo Studio (Yogyakarta), Clay Game Studio (Malang) , Studio TeamLess (Tangerang Selatan), Dreams Studio (Batam), Orange Games Production (Jakarta), Sweet Potato Studio (Bogor), dan Alphac Studio (Lombok Timur).

Acara dibuka oleh Nadia Ukthi Dzulhasni, Program Manajer IGSI, yang berperan sebagai host acara ini, dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perkenalan dari tim mentor, tim manajemen IGSI, serta rekan-rekan dan jajaran dari PT Telkom Indonesia dan PT Melon Indonesia. Masing-masing tim terpilih juga memperkenalkan timnya disertai dengan penjelasan singkat mengenai game yang akan mereka kembangkan di program IGSI.

Setelah acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge dari Restya Winda Astari selaku Program Director IGSI mengenai “Game Production,” dan Arief Widhiyasa selaku CEO PT Agate Internasional, juga sebagai Business Mentor IGSI, mengenai “Market Validation.” Kedua sesi tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama para peserta IGSI batch 2.

Pada acara ini Bapak Asli Brahmana selaku OVP Group of Digital Strategy dari PT Telkom Indonesia turut memberi sambutan. Bapak Asli mengatakan bahwa program ini terkait dengan transformasi bisnis Telkom kedepannya yang bermula dari jaringan telepon rumah, jaringan telepon genggam, jaringan internet, bisnis cloud, hingga merambah ke bisnis dalam industri game.

Dalam kata sambutannya, beliau mengatakan bagaimana hanya dengan kemampuan 50 juta penduduk dan 1 Unicorn, Vietnam dapat menghasilkan GDP game lebih baik daripada Indonesia, yang secara efektif terdapat sekitar 150 juta hingga 200 juta penduduk dan sudah memiliki 5 Unicorn. Baginya keadaan ini sangat menarik dan juga menjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa bisnis game ini tidak dapat menjadi dominan di Indonesia.

Beliau mengatakan, jika dilihat dari bisnis game dunia, Indonesia di mata rantai nilai bisnis game masih dilihat sebagai pasar dibanding sebagai produsen. Menurutnya, Indonesia akan mendapatkan “blessing millennials” dalam 10 tahun kedepan tertinggi di dunia, yang memiliki korelasi sangat kuat dengan bisnis game. “Inilah yang harus kita dorong supaya banyak para pecinta game menjadi startup game,” tuturnya.

Baginya, dalam program inkubasi ini, konten menjadi sebuah kata kunci karena memiliki banyak kaitan dengan budaya, sejarah, dan lain-lain, yang dapat menjadikan game sebuah misi agar karakter bangsa ini bisa tumbuh. Untuk itu, Telkom sangat mendukung dalam memajukan bisnis game di Indonesia, seperti yang beliau katakan, “Supaya bisnis game ini bisa maju, maka Telkom menyelenggarakan acara-acara seperti ini. Saya berharap (program ini) bisa di-review secara lebih intens, supaya kita punya pembelajaran, kita bisa belajar dari apa yang sudah kita lakukan untuk bisa lebih maju lagi.”

Akhir kata, beliau mengucapkan selamat atas terlaksananya program Indigo Game Startup Incubation, yang mudah-mudahan dapat memberikan kontribusi pada dunia kreatif Indonesia, dan secara khusus pada industri game, agar Indonesia dapat menjadi bagian dari produsen game dunia.

Aditia Dwiperdana, perwakilan dari PT Agate Internasional sekaligus Program Advisor IGSI, turut memberikan sambutan tentang awal mula terbentuknya program Indigo Game Startup Incubation.

Menurutnya, program ini diselenggarakan sebagai bentuk kerjasama dengan Telkom untuk membantu membangun industri game Indonesia menjadi lebih baik lagi, dengan cara memberikan berbagai pelajaran dan pengalaman yang sudah pernah dialami oleh para mentor yang sudah lama terjun di industri game pada para game startup.

Ia mengatakan, “Harapannya program ini menjadi sebuah kerjasama dalam industri game yang dapat menguntungkan semua pihak (Telkom, Agate, maupun para game startup yang mengikuti program ini).” Ia juga mengharapkan dengan mengikuti program ini, para game startup dapat bertahan dan juga sukses terutama di industri game Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama secara virtual melalui screenshot layar Zoom Meeting. Masa inkubasi dari program IGSI batch 2 ini akan diselenggarakan selama 4 bulan (dari bulan Juni 2020 hingga September 2020) dengan menerapkan Work From Home (bekerja dari rumah masing-masing) dalam rangka pencegahan penularan virus Covid-19 seperti yang sudah dihimbau oleh pemerintah.

Perkembangan program Indigo Game Startup Incubation dapat diikuti melalui media sosial resminya, yakni fanpage Facebook Indigo Game Startup Incubation dan Instagram-nya (@game.indigo.id).

“Games make us happy because they are hard work that we choose for ourselves, and it turns out that almost nothing makes us happier than good, hard work.”

– Jane McGonigal

Read More

IGSI Game Jam #FunFromHome

blog

Hi Fellow Game Developers,

In order to support #IndonesiaLawanCovid19 campaign, we as the Indigo Game Startup Incubation Management Team held a Game Jam event with #FunFromHome theme for you to be able to remain #StayProductive even if you have to #StayAtHome these days.

We invite you all to compete in making a Game Prototype with total reward of 26 Million IDR for 6 Best Teams and 5 Favorite Teams.

Please see the detailed information below for the timeline and rules given to join our Game Jam.

Join our Game Jam through this link.

If you don’t have a team, make your own team through Game Developer Indonesia (GDI) Discord with this link.

You can also scan the QR code in the banner above.

And so, after this event is ended, we want to announce to you all the winners of our Game Jam event with #FunFromHome theme. Please see the banners below for the winners’ team name in each category.

  1. Best Promising Game Concept
1. Best Promising Game Concept
  1. Best Fun Game Concept
  1. Best Game Art
  1. Favorite Games Category

*based on likes in the IGSI Facebook Page counted per 6 May 2020 at 00:00

If you are interested to see all of our Game Jam Participants’ game results, please see them in our Facebook Photos Album.

Read More

Extended Registration & Remote Incubation

blog

Hi Fellow Game Developers,

With this message, we from IGSI Management Team want to give an announcement that IGSI Program Batch 2 Registration is Extended due to 26th April 2020, at 23.59 PM (Western Indonesian Time). We reached this conclusion after several considerations because of the CoVid-19 Virus Pandemic situation. You can find the details of IGSI Program Batch 2 new schedule below:

  1. Batch 2 Registration Extension Period: 13th April 2020 – 26th April 2020 (23.59 PM)
  2. Bootcamp and Pitch Deck Extension Period: 27th April 2020 – 8th May 2020 (23.59 PM)
  3. Online Pitching Wave 4: 11th May 2020 – 15th May 2020
  4. Final Decision for Teams Chosen and Individual Matchmaking: 18th May 2020 – 22nd May 2020
  5. Batch 2 Program Start: June 2020 (After Eid Al-Fitr 1441H Holiday)
  6. Batch 2 Program Ends: 30th September 2020

To support the government’s decision about not going out in this Corona Virus Outbreak situation, we decided all selected participants will work Full Remote for IGSI Program Batch 2. To deliver more impactful program, we also decided to lengthen the incubation period to 4 months. Yet, the total development funding will stay the same, which is 12 million IDR per person in total or 3 million IDR per person per month.

Register now through this link.

If there are any questions regarding this information, please contact us via Whatsapp (+62 822 1778 7119) or email us (incubatorsocialmedia@gmail.com / game@indigo.id).

Read More

Indigo Game Startup Incubation Sukses Menggelar Exhibition Pertama!

blog

Setelah sukses menjalankan program inkubasi gim yang pertama di Indonesia, yaitu Indigo Game Startup Incubation yang dimulai sejak September 2019 akhirnya program inkubasi gim besutan Telkom Indonesia bersama Melon Indonesia dan Agate International ini telah sampai di tahap akhir, yaitu Exhibition Day.

Exhibition Day Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2019 bertempat di Telkom Landmark Tower, lantai 31. Exhibition Day ini dibuka oleh Joddy Hernady,M.S.E.E,IR. selaku PGS EGM Divisi Digital Service dan dihadiri oleh para stakeholder Telkom Indonesia, Publisher dan Investor serta para penggiat komunitas Game Development. Di Exhibition Day ini para peserta program inkubasi gim yang terdiri dari 10 tim memamerkan hasil pekerjaan mereka selama 3 bulan mendevelop gim mereka.

Di Exhibition Day ini para peserta program inkubasi gim melakukan “showcase” yaitu mempresentasikan hasil pekerjaan mereka selama mengikuti program inkubasi gim 3 bulan lamanya dan disaksikan oleh Publisher, Komunitas Game Developer dan Universitas.

Para pengunjung Exhibition Day pun dipersilahkan untuk mencoba gim-gim buatan para tenants dan memberikan komentar mereka langsung ke tenants.

Ada 10 gim yang di pamerkan di Exhibition Day ini yaitu 7 gim mobile dan 3 gim PC (Personal Computer).

Para pengunjung yang hadir pun mengungkapkan apresiasi mereka terhadap program Indigo Game Startup Incubation ini. “Sebagai Dosen di bidang gim, saya sangat mengapresiasi program Indigo Game Startup Incubation ini, karena telah membantu membangun ekosistem game development di Indonesia. 10 gim yang di develop di program ini mempunyai kualitas yang sangat baik, melihat dengan para mentor yang berkontribusi dalam program ini, kami yakin program ini dapat membangkitkan industri yang kita cintai ini”, Ujar Tommy Mualim, Dosen di Universitas Paramadina.

Program Indigo Game Startup Incubation sendiri akan membuka pendaftaran batch #2 di Januari 2020 nanti, dan terbuka untuk seluruh penggiat Game Development di seluruh Indonesia, untuk info yang lebih lanjut kalian bisa subscribe di melalui E-Mail, Facebook, Twitter, dan Medium!

Read More

Studio kami “Naik Level” sejak mengikuti program Indigo Game Startup Incubation!

blog

Tidak dapat dipungkiri, bahwa bekerja dengan work flow yang sesuai adalah salah satu kendala ketika bekerja sebagai Indie Developer, para Indie Developer biasanya hanya mementingkan bagaimana pekerjaan mereka dapat selesai saja tanpa menggunakan waktu atau work flow yang seharusnya, hal ini adalah salah satu kendala besar dengan resiko kesehatan sebagai taruhannya.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu SLAB Games untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Ketua dari tim SLAB Games, Bona Akbar mengungkapkan bahwa tim mereka “Naik Level” saat mereka mulai menjalani hari mereka sebagai salah satu tim peserta di program Indigo Game Startup Incubation, awal nya mereka belum terbiasa dengan work flow yang ada di program ini, karena di program ini semua tim diharuskan untuk memberikan laporan harian, meeting mingguan yang mengharuskan mereka mempersiapkan segala macam data untuk mereka presentasikan di depan mentor, program director hingga pimpinan Indigo Creative Nation, dan mereka harus menerima semua itu dengan penuh tekanan awalnya, karena cara tim mereka bekerja selama ini tidak seperti itu.

“Awalnya tim kami merasa ini adalah tekanan yang sangat besar, kami mengganggap apasih ini kita sampai ditagih untuk memberikan laporan harian kami, meja kami didatangi hanya untuk meminta laporan dari kami dan lain sebagainya, benar-benar sangat tidak nyaman, karena cara kerja kami biasanya ‘asal project saya selesai’ saja” ujar Bona Akbar.

Setelah menjalani minggu-minggu awal program yang menurut mereka sangat berat, akhirnya tim SLAB Games merasakan keuntungan dari semua tekanan yang mereka dapatkan di awal program ini, dari awalnya mereka yang terkesan ‘apatis’ dengan seluruh task akhirnya mulai terbiasa tanpa harus disuruh ataupun ‘ditagih’ langsung oleh Project Manager Indigo Game Startup Incubation, Nadia Ukhti Dzulhasni.

“Setelah kami menjalani semua ‘tekanan’ yang kami terima, akhirnya kami menyadari, Oh ternyata ini keuntungan dari bekerja secara teratur dan tentunya dengan porsi yang tepat. Kami dapat menyelesaikan tugas-tugas kami dengan cepat dan efisien, tidak ada tugas yang terlupakan ataupun terbengkalai, seluruh tim kami bekerja dengan tenang tanpa harus merasa dikejar dengan ‘tenggat waktu’ dan kami dapat mengejar target kami tanpa harus merasa terkejar oleh waktu” ujar Bona yang diamini oleh rekan-rekan timnya.

Menurut Studi, bekerja dengan work flow yang tidak teratur mempunyai dampak yang sangat buruk bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Sebuah riset juga menemukan bahwa bahwa bekerja dari rumah memberikan pengaruh buruk bagi kekompakan tim dan inovasi.

“Tidak dapat dipungkiri, di Industri Game Development sendiri banyak sekali yang bekerja secara tidak teratur, dengan alasan ‘inspirasi’ mereka datang ketika jam-jam genting, seperti pada saat malam hari, ataupun karena pekerjaan yang menumpuk dan kami menyadari bahwa cara kerja seperti itu tidak sehat bagi para peserta. Maka, di program ini kami berkomitmen untuk mengganti cara kerja seperti itu menjadi cara kerja yang lebih efektif serta tidak membahayakan kesehatan para peserta dengan harapan mereka dapat mengimplementasikan cara kerja yang mereka dapatkan di program inkubasi game ini kedalam studio mereka setelah mereka selesai mengikuti program ini” Ujar Program Director Indigo Game Startup Incubation, Hoo Jia Ling.

Tim SLAB Games mengungkapkan, berkat ‘work flow’ yang baru ini, mereka dapat mengerjakan game terbaru mereka yang bertajuk ‘Where is my cat?’ sesuai dengan timeline yang mereka tetapkan tanpa harus bekerja lembur hanya untuk mengejar ‘tenggat waktu’.

“Tim kami benar-benar merasakan perubahan signifikan dalam bekerja ketika kami menggunakan cara kerja yang ditetapkan oleh Management Indigo Game Startup Incubation, proyek kami yang terbaru yaitu “Where is my cat?” dapat terkejar tanpa harus bekerja lembur lagi, dan tanpa harus bekerja secara ‘serabutan’ kami benar-benar bersyukur bisa bergabung di program Indigo Game Startup Incubation ini, kami mendapatkan pengalaman serta ilmu yang sangat berharga disini” ujar Hermanto, salah satu anggota tim SLAB Games.

Saat ini, Tim SLAB Games sedang mengerjakan game terbaru mereka yang bertajuk “Where is my cat?”

Game yang di develop oleh tim SLAB Games telah memasuki tahap early access, game ini adalah game yang bergenre puzzle, casual yang mengharuskan user untuk mencari tempat persembunyian kucing. Dan menurut Studi seorang dokter hewan di USA, kucing adalah mahluk yang senang mencari tempat persembunyian untuk dijadikan tempat mereka sebagai spot ‘favorit’ mereka. Nah, di game ini para user akan mencari cara untuk menemukan kucing tanpa tertangkap basah oleh sang anjing.

“Game kami saat ini telah tersedia di Google play store dan masih dalam tahap early access, dengan judul “Where Is My Cat?”, kami sangat berharap bahwa para pembaca dapat mengunduh game buatan studio kami dan memberikan feedback untuk game kami, setiap feedback dari teman-teman sangatlah berharga bagi tim kami” ujar Bona Akbar

Untuk mengunduh mengunduh game dari tim SLAB Games, silahkan klik

Tim SLAB Games juga mengungkapkan harapan mereka untuk developer lain agar bergabung ke program Indigo Game Startup Incubation ini. “ Kami berharap agar teman-teman sesama developer yang belum bergabung di program ini agar segera bergabung ke batch selanjutnya, tim kami sendiri telah membuktikan bahwa program ini sangatlah membantu kami dalam project management hingga menentukan work flow yang tepat bagi tim kami. Jadi, jangan lewatkan kesempatan emas ini” ujar Bona Akbar dan diamini oleh rekan-rekan timnya.

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!

Read More

Peran penting program Indigo Game Startup Incubation dalam perkembangan studio game kami

blog

Perkembangan game adalah hal mutlak yang harus dikejar oleh para developer game, tanpa perkembangan game, game akan terus menerus stagnan dan tidak akan menarik bagi user serta pemodal. Maka dari itu, para developer game berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas dari game mereka sehingga user tidak merasa perkembangan game yang mereka mainkan hanya itu-itu saja.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu Dragon Emperors untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Yondita, project manager dari Dragon Emperors studio mengungkapkan bahwa program Indigo Game Startup Incubation sangat membantu studio mereka dalam mendevelop game mereka menjadi lebih baik. Dari awalnya mereka hanya terfokus ke standar yang menurut mereka bagus saja menjadi mereka lebih memperhatikan standar dari pasar secara keseluruhan.

“Studio kami sangatlah terbantu dari saran-saran dari para mentor untuk meningkatkan kualitas dari game buatan kami, dari awalnya kami hanya fokus di standar kami saja, menjadi kami lebih memperhatikan standar dari para mentor dan pasar secara keseluruhan, berkat saran dari para mentor kami akhirnya meningkatkan kualitas dari alur cerita,gameplay, sound, hingga Art kami sehingga kami dapat memenuhi standard pasar” ujar Yondita.

Tentu saja standar pasar adalah patokan untuk developer untuk meningkatkan dan memoles game mereka untuk menjadi lebih baik lagi, hal ini adalah hal yang tidak bisa ditawar oleh para developer agar studio mereka tetap bisa berjalan.

“Kami menyadari bahwa untuk memenuhi ekspetasi dari pasar sendiri, terutama untuk pasar game kami sendiri, yaitu horror, kami harus meningkatkan kualitas sebaik mungkin, karena sudah banyak game bergenre horror yang menyuguhkan alur cerita, gameplay, serta Art dan Sound yang sangat baik. Ini adalah tantangan terbesar untuk studio kami, jika tanpa saran dari mentor kami tidak akan mempertimbangkan untuk meningkatkan kualitas kami, istilahnya, studio kami tidak akan berkembang dan akan terus menerus di stage yang sama” ujar Yondita dan diamini oleh teman-teman timnya.

Dragon Emperors juga membahas bagaimana fasilitas dari Indigo Game Startup Incubation dapat membuat studio mereka bekerja lebih efektif dan efisien.

“Tim kami juga merasa sangat bersyukur untuk bisa berada disini dan bekerja di working space yang telah disediakan, dengan PC yang mumpuni dan fasilitas pendukung lain, kami tidak perlu untuk bekerja melalui rumah ataupun internet cafe hanya untuk mengerjakan game kami. Tim kami dapat fokus untuk mengerjakan project kami ditempat ini karena suasananya juga sangat mendukung dan aturan work flow dari management juga sangatlah membantu kami dalam menjadi produktif dan efisien” ujar Yondita.

Selain berperan penting dalam membantu mengembangkan game dari Dragon Emperors Studio, Yondita juga menjelaskan bahwa program ini membantu nya dalam meningkatkan skillnya dalam project management.

“Saya secara pribadi juga sangat bersyukur bisa bergabung karena disini saya bisa meningkatkan skill saya dalam project management, karena selama ini saya belum terlalu menguasai bagaimana menjalankan project dengan benar dan tepat. Disini saya dapat belajar, bagaimana menjalankan project secara efektif, dan efisien, seperti bagaimana mengatur tugas per anggota tim dan lain sebagainya” ujar Yondita.

Project management adalah salah satu skill yang penting untuk dikuasai oleh para project manager, karena tanpa project management yang tepat, cara kerja tim akan kurang efektif dan efisien.

Saat ini, Dragon Emperors sedang mengerjakan game yang bertajuk “Cursed Mansion”

Game ini adalah game RPG Maker yang bergenre Horor dengan perkembangan game sendiri sudah mencapai tahap Alpha.

“Cursed Mansion” sendiri merupakan game horror, awalnya kami ingin membuat game horror yang cepat (berdurasi 2–3 jam) dengan mekanik utama ‘Unique Story Progression’, yang dimana pemain bisa memainkan “Same Source, Same Action” tapi dengan different outcome, dan saat ini telah tersedia di platform Steam” Ujar Agavi, anggota tim Dragon Emperors

Goals yang mereka inginkan adalah agar pemain dapat merasakan sensasi yang berbeda ketika memainkan game mereka dan juga para pemain dapat berdiskusi dengan pemain lainnya tentang story mereka masing-masing karena game ini memiliki alur yang berbeda di setiap gameplay nya.

“Game PC bergenre horror mempunyai pasar yang sangat besar tidak hanya di Indonesia, namun sampai ke mancanegara. Developer-developer game horror yang berasal dari Indonesia sudah terkenal dengan game-game horror mereka yang sudah mendunia, mari mengambil contoh dari Digital Happiness dengan game DreadOut yang sudah mendunia, itu adalah bukti bahwa developer Indonesia bisa membuat game horror yang berkualitas, dan kami berharap bahwa Dragon Emperors dengan Cursed Mansion nya dapat memenuhi harapan dari pasar” ujar Program Director Indigo Game Startup Incubation, Hoo Jia Ling.

Dragon Emperors pun mengungkapkan harapan mereka untuk developer lain agar bergabung ke program Indigo Game Startup Incubation ini. “ Untuk kalian para Indie Developer yang menganggap bahwa tidak ada harapan bagi Game Development di Indonesia untuk berkembang, jangan berkecil hati. Karena saat ini telah tersedia program inkubasi game pertama di Indonesia ini, dan ini menandakan bahwa sudah banyak yang menyadari potensi dari industri yang kita cintai ini, persiapkan tim atau studio kalian untuk mengikuti batch 2, karena kalian akan sangat rugi jika kalian tidak mengikuti program ini!” Ujar Agavi dan rekan-rekan studionya.

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!

Read More

Kesempatan belajar kami semakin terbuka lebar berkat Indigo Game Startup Incubation!

blog

Belajar adalah hal yang harus kita lakukan secara terus menerus, pribadi yang hebat adalah orang-orang yang terus ‘haus’ akan ilmu, dan tidak pernah puas akan ilmu yang telah didapatkan.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu GINVO Studio untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Ibnu Qoyyim, Ketua dari GINVO Studio mengungkapkan, kesempatan ia dan timnya untuk belajar semakin terbuka lebar di program ini, mulai dari Project Management, Game Business, hingga pemilihan ide yang sesuai dengan target studio mereka.

“Kami disini belajar banyak sekali tentang ilmu-ilmu di Game Development, terutama saya pribadi belajar banyak tentang project management, bagaimana membagi tugas ke masing-masing anggota tim, bagaimana mengatur tim dengan baik, hingga belajar bagaimana itu pasar game” ujar Ibnu Qoyyim.

GINVO Studio juga menjelaskan bahwa awalnya mereka hanyalah tim yang berisi sekawan dari SMK dan ingin membuat game sendiri, mereka tidak mengerti bagaimana itu pasar game, bagaimana mengatur tim yang baik dan bagaimana realita di pasar dan bagaimana mengikuti permintaan pasar yang besar.

“Kami diajarkan disini bagaimana untuk tidak menjadi “idealis” tanpa menyadari kenyataan bahwa kebutuhan pasar itu adalah hal yang penting untuk di ikuti, tanpa mengikuti kebutuhan pasar, studio pasti akan susah untuk ‘survive’ , setelah mengikuti program ini kami jadi ‘melek’ akan kebutuhan pasar itu bagaimana, menurut kami kunci utama nya adalah selalu terbuka akan saran dan ilmu baru. Dan kami mendapatkan itu semua disini” ujar Ibnu Qoyyim.

GINVO Studio juga bersyukur dengan mengikuti program ini mereka dapat bertemu dengan studio-studio lain dengan latar belakang yang berbeda, mereka dapat belajar dari teman-teman sesama studio yang selalu mendukung satu sama lain dengan memberikan saran-saran yang sangat membantu studio dan game mereka berkembang menjadi lebih baik lagi.

“Selain ilmu yang didapatkan dari para mentor-mentor, kami juga mendapatkan ilmu dari teman-teman studio yang lain disini, kami sangat solid disini, sebagai peserta program Indigo Game Startup Incubation, target kami membangun industri Game Development Indonesia menjadi lebih baik lagi, tidak ada rivalitas disini, hanya kekeluargaan yang ada, dan kami sangat senang dengan hal itu” ujar Ibnu Qoyyim.

Ilmu adalah hal penting seperti yang dikatakan oleh Malcolm X “Ilmu adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini” Untuk itu, teruslah belajar dan jangan pernah puas dengan pencapaian yang di dapatkan saat ini.

“GINVO Studio adalah tim yang mempunyai passion yang tinggi dan terus menerus belajar meningkatkan kualitas game mereka agar user game mereka mendapatkan yang terbaik, semangat yang seperti ini yang kami apresiasi dari GINVO Studio dan studio-studio lain nya di program Indigo Game Startup Incubation ini” ujar Program Director Indigo Game Startup Incubation, Hoo Jia Ling.

Saat ini, GINVO Studio sedang mengerjakan proyek game mereka yang bertajuk “Getting Back With The Ex” dan telah memasuki tahap early access

Game ini adalah game yang bergenre casual, puzzle dan comedy, gameplay nya sendiri user harus mengumpulkan kursi untuk mencapai ‘pelaminan’ dan menggantikan posisi pengantin pria, tetapi tanpa diketahui oleh bodyguard.

“Game kami yang berjudul “Getting Back With The Ex” telah tersedia di Google Play Store dan dapat di unduh, setiap unduhan dan feedback dari user sangat membantu kami untuk mendevelop game kami menjadi lebih baik lagi” ujar Ibnu Qoyyim

GINVO Studio pun memberikan pesan untuk para studio atau developer yang belum mengikuti program program Indigo Game Startup Incubation ini. Untuk para studio yang belum gabung, kami berharap kalian bisa join Indigo Game Startup Incubation batch #2 ! karena kalian tidak akan menghabiskan waktu kalian dengan percuma disini, setiap harinya kalian akan belajar sesuatu yang baru dari para mentor-mentor disini!

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!

Read More
EnglishIndonesianJapanese