Industri game merupakan salah satu dari sekian banyak industri kreatif yang cukup kompetitif dalam perkembangannya. Rasio kegagalannya yang dinilai cukup tinggi oleh beberapa pihak membuat banyak game developer mengundurkan diri tanpa berpikir dua kali. Pekerjaan dalam membuat video game tidak mudah, banyak aspek di dalamnya yang sangat menuntut para pengembang untuk tidak sekadar menyukai dan memahami video game, tetapi pula pengembangannya. Dan ketekunan dalam bekerja adalah satu hal mutlak yang harus dimiliki ketika memutuskan untuk terjun ke dalam industri ini. 

Di Indonesia sendiri, orang mulai bermain video game sejak Nintendo atau game arkade seperti Ding Dong masuk ke indonesia pada era 80-an, kemudian pada akhir 90-an terekam kemunculan game developer yang diinisiasi oleh berdirinya Matahari Studios, yang diakui sebagai developer pertama di Indonesia. Selanjutnya nama Agustinus Nalwan pada saat itu juga disebut-sebut sebagai seorang yang sudah mulai mengembangkan game sebagai solo game developer dan juga menulis buku tentang pembuatan game. 

Lompat ke satu dekade berikutnya, Matahari Studios mengakhiri karirnya, namun seiringan dengan itu pula industri game diramaikan dengan munculnya fenomena The Flash Gold Rush yang terjadi pada era 2000-an dan kabar baiknya, tentu saja Indonesia turut terdampak. Fenomena tersebut menjadi titik awal hadirnya banyak studio-studio game development baru di Indonesia. Pesatnya perkembangan game industry di Indonesia pada masa kejayaan Flash juga jadi sebuah milestone pertama bagi beberapa studio yang hingga hari ini masih berdiri seperti Agate dan Toge Productions. 

Pada tahun 2010-an, industri game Indonesia makin jauh lagi melangkah setelah akses untuk merilis game pada mobile patform jauh lebih mudah, ditambah dengan perkembangan teknologi smartphone yang mulai muncul pada tahun-tahun tersebut. Beberapa mobile game yang akhirnya menjadi viral adalah Icon Pop Quiz yang dikembangkan oleh studio game Alegrium, dan Tahu Bulat oleh Own Games. Sementara di patform PC, terdapat marketplace game bernama Steam yang sempat memiliki program Steam Greenlight, yang akhirnya juga turut meningkatkan ekposur beberapa game buatan Indonesia pada publik yang jauh lebih luas. Beberapa di antaranya adalah Valthirian Arc, Celestian Tales, dan tidak ketinggalan DreadOutgame bergenre horor yang demonya sempat dimainkan oleh PewDiePie dan membuat popularitasnya melonjak signifikan. 

Berkembangnya industri game di indonesia sampai hari ini tidak terlepas oleh dukungan-dukungan dari komunitas seperti gamedev.id dan Asosiasi Game Indonesia melalui program Skilltree-nya di YouTube. Berkaitan dengan hal tersebut, Indigo Game pula hadir sejak 2019 lalu untuk turut ambil bagian dalam perkembangan industri game lokal. Inisiatif yang dikembangkan untuk mengadakan program inkubasi khusus game developer Indonesia serta sesi SSR Talks yang rutin diadakan tiap bulannya merupakan bentuk usaha yang diharapkan dapat mendukung perkembangan industri game.

Kemudian dengan ditetapkan dan diperingatinya Hari Game Indonesia pada tanggal 8 Agustus tiap tahunnya, diharapkan industri yang tengah dibangun bersama ini kelak akan mendapat tempat yang lebih baik lagi di kancah lokal dan internasional. Selamat Hari Game Indonesia!