Tidak dapat dipungkiri, bahwa menentukan ide dari game yang akan dibuat adalah hal yang sangat krusial, karena berawal dari ide game masa depan dari studio atau tim itu sendiri dipertaruhkan, salah memprediksi ide game dapat membawa masa depan studio atau tim itu sendiri kedalam jurang kegagalan.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu MDL Junior Team untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Sarah, 2D Artist dari tim MDL Junior mengungkapkan bahwa momen dimana mereka memutuskan untuk mengganti ide game mereka disaat-saat mereka telah mengerjakan salah satu project mereka, dan perubahan ide tersebut terjadi pada saat mereka bertemu langsung dengan Arief Widhiyasa, selaku CEO Agate International. Pada saat itu beliau memberikan masukan dan tips bagaimana cara membuat game yang tidak hanya bagus tapi juga mampu bertahan di pasar dan dapat memberikan profit bagi studio mereka, lalu bagaimana jika pemodal memberikan suntikan dana ke studio mereka, bagaimana mereka dapat mendapatkan keuntungan dari dana yang di berikan oleh para pemodal melalui game yang mereka buat dan bagaimana menentukan ide game yang bagus dan sesuai dengan power terbesar dari studio mereka, yaitu di casual games dari situlah mereka menyadari bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengganti ide game mereka yang menurut Arief dan para mentor yang lain tidak terlalu cocok di market Casual.

“Tim kami disini belajar banyak sekali tentang bisnis terutama dari Arief Widhiyasa, selaku CEO Agate International yang sudah sangat terkenal dengan keahlian beliau di bidang Game Business dan Iqbal Widodo dari Melon Indonesia juga mengajarkan kami bagaimana itu Monetisasi, kami selama ini merasa kami hanya perlu membuat game yang menurut kami bagus saja dan sesuai dengan minat kami, tanpa memikirkan bahwa Game Business dan Monetisasi game juga. Tidak ada kata terlambat bagi kami untuk belajar hal-hal baru terutama menentukan target dan audience untuk game kami” Ujar Sarah.

Banyak penggiat di Game Development sendiri terutama Indie Game Development tidak menyadari betapa pentingnya untuk menentukan target dari studio atau tim mereka, karena banyak dari tim ataupun studio tidak melakukan riset yang lebih dalam dan hanya mengedepankan pemikiran mereka sendiri tanpa menyadari kebutuhan pasar itu seperti apa.

“Tim kami sebelumnya tidak terlalu memikirkan bagaimana cara menentukan target audience kami, jadi kami ambil target pasarnya lebih ke universal, tetapi setelah menjalani banyak sesi mentoring bersama mentor-mentor dari program Indigo Game Startup Incubation ini, tim kami akhirnya mulai memfokuskan target kami menjadi lebih spesifik” Ujar sarah.

MDL Junior Team juga mengatakan bahwa para mentor di program ini tidak hanya membantu mereka dalam menentukan target pasar dari tim mereka, tetapi membantu mereka dalam peningkatan kualitas Art, Programming serta objective di game mereka sendiri.

“Saya secara pribadi juga merasakan perubahan yang signifikan di sisi kualitas Art saya sendiri, setiap masukan dari mentor membantu saya untuk meningkatkan kualitas karakter dan storyline dari game kami. Teman-teman programmer di tim saya juga mengalami peningkatan skill secara signifikan, mentor disini tidak hanya membantu kami dalam menentukan arah dari studio kami, tetapi kualitas dari gameplay dari game kami sendiri berubah secara drastis berkat bantuan para mentor” Ujar Sarah

Di Program Indigo Game Startup Incubation, sebagai program inkubasi game yang pertama di Indonesia, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dari studio-studio game dengan mendatangkan mentor-mentor yang berkualitas dan sangat berpengalaman di bidangnya untuk menciptakan Developer game yang berkualitas dan dapat bersaing dengan developer-developer dari luar negeri.

“Kami ingin semua tim-tim yang mengikuti program ini menjadi studio-studio yang menghasilkan game yang berkualitas dan diharapkan dapat menguasai pasar di dalam negeri sendiri, karena seperti yang kita ketahui bahwa pasar game di Indonesia sendiri sangatlah besar tetapi game asal Indonesia mengalami kesulitan untuk bersaing dengan developer-developer game luar negeri, oleh karena itu kami hadir disini sebagai wadah untuk memajukan industri Game Development di Indonesia” ujar Wimindra Lee, salah satu mentor game design di program Indigo Game Startup Incubation

Saat ini, MDL Junior team sedang mengerjakan project game mereka yang bertajuk “Little Lost One” dan telah memasuki tahap early access

Game ini adalah game bergenre Horror, puzzle, casual dimana user harus membantu Anna, sang main character untuk menemukan jalan kembali ke dunianya sendiri setelah ia dengan tidak sengaja memasuki dunia lain dengan melewati portal yang mempunyai monster-monster menakutkan di dalamnya. Anna harus menyalakan goblet untuk mengaktifkan portal transportasi dan memecahkan teka-teki yang ada agar bisa keluar dari tempat tersebut.

Untuk mengunduh game “Little Lost One” silahkan klik

“Game kami saat ini telah tersedia di Google play store dan masih dalam tahap early access, dengan judul “Little lost One”, kami sangat berharap para pembaca dapat mengunduh game buatan studio kami dan memberikan feedback untuk game kami, setiap feedback dari teman-teman sangatlah berharga bagi tim kami untuk berkembang menjadi lebih baik lagi” ujar Sarah dan diamini oleh rekan-rekan timnya.

Tim MDL Junior juga mengungkapkan harapan mereka untuk developer lain agar bergabung ke program Indigo Game Startup Incubation ini. “Ayo menjadi part of Indigo Game Startup Incubation, Program ini sangat membantu tim kami untuk menentukan arah dari studio dan game kami, dan menyediakan support yang dibutuhkan oleh para developer, jadi jangan ragu untuk mendaftarkan tim kalian di program Indigo Game Startup Incubation batch ke 2!”

Jika informasi dari kami berguna, dan anda ingin mendapatkan informasi yang akurat seputar Game Development, Game Incubation, Silahkan subscribe kami via E-Mail!