Bertemu dengan teman baru dan menjadi sebuah tim dan berdedikasi membuat sebuah game adalah tantangan yang besar, terutama untuk para individu yang tidak terbiasa untuk bekerja dalam sebuah tim. Ada banyak kendala yang ditemui, termasuk beradaptasi dengan rekan tim dan bagaimana cara menurunkan ego masing-masing.

Kami akhirnya berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu tim peserta program Indigo Game Startup Incubation, yaitu UniTeam untuk membagikan pengalaman mereka selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation Batch #1 ini.

Chrisando Zhang, Ketua tim UniTeam mengungkapkan bahwa tim mereka awalnya mengalami kesulitan untuk beradaptasi satu sama lain, dikarenakan mereka awalnya hanya bekerja sebagai freelancer yang bekerja dari rumah. Jadi untuk pengalaman menjadi anggota dalam sebuah tim mereka masih sangat tidak berpengalaman.

“Kami awalnya hanyalah freelancer yang bekerja melalui rumah kami masing-masing, untuk pengalaman kami masing-masing juga masih menemukan ada beberapa kesenjangan. dikarenakan di program ini kami harus mengikuti peraturan workflow, tim kami awalnya agak kaget. dikarenakan kami adalah tim yang berisi orang-orang yang tidak mempunyai pengalaman kerja dengan workflow yang teratur” ujar Chrisando Zhang.

UniTeam menjelaskan, setelah mengikuti program ini, awalnya mereka yang masih tidak terlalu peduli satu sama lain, akhirnya mereka pun harus membiasakan diri dan saling menahan ego masing-masing.

“Awalnya banyak perbedaan pendapat diantara kami, dikarenakan chemistry itu tidak dapat didapatkan semudah membalik kan telapak tangan. Tetapi setelah mengikuti program ini dalam 3 minggu, akhirnya setelah dibantu oleh para mentor, kami pun perlahan mendapatkan chemistry kami. Bisa di bilang saran dari mentor membuat kami memilih untuk meletak kan ego kami masing-masing dan fokus untuk membuat game terbaik yang dapat kami buat” ujar Chrisando Zhang.

Untuk Workflow sendiri, UniTeam mengungkapkan bahwa mereka banyak berubah dan terbantu oleh sistem yang ditetapkan oleh manajemen Indigo Game Startup Incubation, mulai dari jam kerja hingga pembagian task, khususnya untuk Project Management, sang ketua tim pun merasa dia banyak belajar dari program ini.

“Tim kami lebih teratur dalam pembagian tugas dan dapat menyelesaikan tugas kami masing-masing sesuai dengan waktu yang ditentukan. untuk saya sendiri secara pribadi, saya mengalami banyak perubahan disini, terutama dibagian Project Management, saya dapat belajar mengatur tim dan pembagian tugas masing-masing lebih baik, jadi tidak ada tugas yang tertinggal ataupun memakan waktu yang lebih lama, awalnya saya tidak tahu bagaimana mengisi milestones untuk tim kami, tetapi setelah mentor dan manajemen memberikan kami pengertian tentang milestones dan lain sebagainya, kami pun dapat bekerja lebih baik” ujar Chrisando dan diamini oleh rekan-rekan timnya.

UniTeam sendiri mengungkapkan, tim mereka adalah tim yang paling banyak membutuhkan saran dan arahan dari para mentor, tapi mereka sangat bersyukur dengan respon dari para mentor dan manajemen yang selalu bersedia untuk mengajari dan mengarahkan tim mereka.

“Sebagai satu-satunya tim yang dibentuk dari beberapa individu yang mendaftarkan diri di program ini, kami menyadari bahwa kami banyak sekali ‘merepotkan’ mentor dan manajemen dengan memberikan banyak pertanyaan ataupun meminta arahan. Tapi kami sangat bersyukur respon dari manajemen serta mentor selalu positive, dari situlah kami merasa kami harus menjadi tim dengan hasil yang tidak mengecewakan dan kami harus memberikan produk terbaik nantinya” Ujar UniTeam

Tidak dapat dipungkiri, proses adaptasi dan belajar masing-masing individu itu berbeda-beda, UniTeam ini adalah satu-satunya tim yang dapat beradaptasi dengan baik dan bisa bekerja dalam satu tim dengan orang-orang yang baru ditemui dan membangun chemistry dalam waktu singkat itu membutuhkan keahlian khusus. Tidak banyak orang bisa melakukan hal ini, karena adaptasi dari masing-masing manusia mempunyai ‘level’ yang berbeda-beda.

“dari manajemen dan mentor pun menyadari bahwa proses belajar dan beradaptasi dari masing-masing tim itu berbeda-beda. kami mengapresiasi semangat dan passion mereka di bidang Game Development ini, mereka selalu ingin belajar hal baru dan terus meningkatkan kualitas pribadi dan game mereka, kami selalu mendukung insan-insan yang penuh semangat seperti ini” komentar Program Director Indigo Game Startup Incubation, Hoo Jia Ling.

Saat ini, UniTeam sedang mengerjakan project game yang mereka develop selama mengikuti program Indigo Game Startup Incubation dan bertajuk “GearBall”

Game ini adalah game bergenre casual, sling shot dengan tema design steampunk, gameplay sendiri seperti bermain kelereng, user harus menyerang lawan dan siapa yang duluan habis Darah (hp) nya dialah yang akan kalah.

“Game kami saat ini masih dalam tahap produksi, dan kami sedang bekerja keras agar game kami diluncurkan kedalam tahap early access” ujar UniTeam

UniTeam pun memberikan pesan untuk para studio atau developer yang belum mengikuti program program Indigo Game Startup Incubation ini. “Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti program ini! pribadi dan work ethic kalian bisa level up disini, tim kami sendiri telah merasakan perubahan yang sangat signifikan dari program ini, jadi, sekali lagi, jangan lewatkan kesempatan yang sangat baik ini” Ujar UniTeam