Sering kali apa yang menarik dari sebuah karya visual bukanlah sekadar detail ataupun warna yang dimiliki serta dipakai, melainkan pula cerita yang menempel pada karya itu sendiri. Seorang visual artist memiliki kemampuan untuk menyampaikan berbagai macam hal lewat sebuah gambar – termasuk di dalamnya cerita, emosi, dan pesan-pesan lainnya.

Dalam video game, tidak bisa dipungkiri kalau aspek visual pun memiliki daya tarik tersendiri bagi para pemain. Selain itu, gambar yang digunakan juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan suatu pesan kepada pemain tanpa melulu menggunakan teks. Hal ini tentu dapat membuat pengalaman bermain jadi lebih imersif karena sebuah visual art tersebut akhirnya dapat menghubungkan pemain dengan dunia yang telah kita buat bersamaan dengan cerita yang dibawanya.

Visual storytelling juga tidak terbatas hanya untuk berbagai heavy narrative game yang memang pada dasar tujuan gamenya adalah menyajikan experience lewat cerita. Sebagaimana heavy narrative, kebanyakan jenis game yang lainnya juga membutuhkan aspek visual yang dapat menyampaikan cerita dengan baik untuk menjaga gamenya tetap koheren. Agar penyampaian narasi lebih variatif dan apik dengan tidak melulu menggunakan teks sebagai mediumnya

Pembahasan soal aspek-aspek visual dalam sebuah karya, termasuk game, biasanya sangat menarik untuk diikuti. Pada SSR Talks kali ini, Indigo Game Startup Incubation mengundang Ann Maulina, seorang freelancer Comic Artist yang juga pernah bekerja untuk Marvel dan DC Comic

Pada sesi ini kita akan mengupas bagaimana sebuah visual dapat menjadi media storytelling yang menarik, yang kemudian dapat diimplementasikan dalam proses pengembangan game. Simak SSR Talks Episode 13: Visual Languages as Tools to Improve Visual Storytelling yang akan ditayangkan secara langsung lewat kanal Youtube Indigo Game pada Minggu, 21 Agustus 2022 pukul 16.00 WIB

Registrasi sekarang juga di sini