Indigo Game Startup Incubation adalah program inkubasi yang ditujukan bagi para startup yang bergerak di bidang game development. Program ini adalah hasil kerja sama antara Telkom Indonesia, PT. Agate International, dan Melon Indonesia sejak tahun 2019. Saat ini Indigo Game Startup Incubation telah diikuti oleh 200 game startup dan berhasil menginkubasi 27 startup terpilih. 
Pada waktu mendatang, program ini diharapkan dapat terus mengambil peran besar untuk mengakselerasi digitalisasi dan memajukan ekosistem industri game di Indonesia, hingga dapat bersaing semakin baik di kancah global. 
Telkom Indonesia percaya bahwa industri game di Indonesia berpotensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, melalui Indigo Game Startup Incubation, Telkom secara konsisten terus berupaya untuk mengembangkan ekosistem industri game Indonesia. 
Setelah melalui tahapan Bootcamp selama kurang lebih dua bulan, sebanyak 32 tim yang berpartisipasi dalam IGSI Batch 5, secara ketat diseleksi untuk melanjutkan  ke tahap Inkubasi. Dalam seleksi final pitching yang dibagi menajdi dua gelombang, akhirnya keluar enam nama startup terpilih. Dan berikut adalah para startup terpilih tersebut:
1. Seraph Games 

Tim yang berasal dari Jakarta & Bogor beranggotakan lima orang ini mengangkat tema Monster Battle and Collection RPG pada gamenya yang berjudul Dice Monster.

2. Berangin Creative 
Para anggota tim Berangin Creative berdomisili di Kabupaten Pekalongan. Bersama mereka akan mengembangkan Kejora, sebuah game 2D Puzzle Adventure.  
3. Salt Studio 
Salt Studio, tim yang terdiri dari sepuluh anggota yang masih berstatus mahasiswa. Mengangkat game bdengan titel Lily. Game Puzzle Platformer inilah yang akan dilanjutkan pengembangannya pada program IGSI batch 5 kali ini. 
4. Mushroomallow 
Selanjutnya adalah startup yang juga berasal dari Bandung. Mushroomallow mengajukan konsep game bergenre Item Shop Simulator dengan judul Wonder Wandelier yang nantinya akan dikembangkan. 
5. Motion Canvas
Kemudian ada Motion Canvas. Tenant yang berasal dari Manado ini beranggotakan sepuluh orang. Dengan gamenya yang berjudul Dark Lord Is Died, sebuah Party-Based RPG, mereka berhasil lolos ke fase inkubasi Indigo Startup Incubation Batch 5. 
6. UniXCorp 
Startup yang berasal dari Surabaya ini pitching-nya berhasil terpilih dan melanjutkan pengembangan gamenya, Heisters, dengan bimbingan para mentor di program IGSI.
  Keenam game startup tersebut pun akan mulai menjalani fase inkubasi pada akhir Juni hingga November 2022 mendatang. Sepanjang inkubasi, para peserta akan mendapatkan berbagai benefit berupa pendanaan dan berbagai fasilitas pengembangan, termasuk co-working space yang disediakan di gedung Bandung Digital Valley milik Telkom yang berlokasi di Bandung. Selain itu, fasilitas pendampingan oleh para mentor juga akan terus berlangsung hingga akhir program.   
Rangkaian program akan ditutup dengan acara internal berupa Demo Day yang menjadi ajang showcase karya dari masing-masing startup. Internal Demo Day ini juga yang nantinya menjadi seleksi untuk melanjutkan ke tahap Alpha, di program Indigo. Setidaknya satu start-up terpilih nantinya akan menyusul empat belas startup lain, yang sejak awal terselenggaranya program Indigo Game Startup Incubation, sudah berhasil masuk ke program Indigo.