SSR Talks – A Perspective on Game Balance

SSRTalks
Ketika bermain game, pemain akan merasakan sense of fairness dari sebuah game, dan game designer punya peran untuk mengatur hal tersebut lewat Game Balance.  
Game Balance adalah sebuah komponen krusial dalam game design. Kunci dari menyeimbangkan sebuah game adalah dengan tidak membuat karakter atau sebuah strategi tertentu menjadi dominan di dalam satu lingkup permainan. Sejauh ini tidak ada satu cara praktikal yang pasti untuk mengatur game design sedemikian rupa agar seimbang sempurna, karena sedikit banyaknya dominasi tadi mungkin tetap akan dapat dirasakan oleh pemain. Sebab, memang sense of fairness tidak sama dengan perfect balance. Sebuah game bisa tetap terasa fair walaupun dia tidak perfect balance. 
Inilah juga yang dirasakan pemain ketika mereka memainkan game yang tampak tidak seimbang atau asimetris, tetapi mereka tetap merasakan bahwa gamenya fair. Oleh karena itu, untuk menghasilkan game yang fair walaupun tidak perfect balance inilah, seorang game designer perlu banyak melakukan analisis dan percobaan terhadap gamenya.  
Dalam rangka memperluas kembali wawasan tentang Game Balance, pada SSR Talks kali ini IGSI mengundang Pandu Jatikusumo, seorang System Designer di Larian Studio Belgium, untuk berdiskusi tentang Game Balance dari dua sisi, yaitu pemain dan Game Designer. Kita juga akan membahas bagaimana aspek “balance” dan “imbalance” dalam game yang justru dapat dimanfaatkan demi bisa menyuguhkan meaningful experience kepada pemain. 
Jangan lewatkan SSR Talks Episode 12, A Perspective on Game Balance! Ditayangkan live di kanal Youtube Indigo Game pada Sabtu, 23 Juli 2022 pukul 16.00 WIB | 11.00 waktu Belgia.   
Registrasi sekarang juga! Klik di sini! 
Read More

IGSI Update: Grinsmile di Festival Gim Indonesia

blog
Asosiasi Game Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar acara persembahan bagi para pengembang dan penikmat game dalam negeri, Festival Gim Indonesia. Berlokasi di Cihampelas Walk Bandung, acara yang berlangsung pada 23 – 26 Juni 2022 lalu ini memamerkan 15 game buatan para pengembang game lokal. Masing-masing game tersebut pun dapat dinikmati oleh para pengunjung secara gratis. 
Dari sederetan judul game-game lokal populer yang berada di pameran, terdapat pula game garapan salah satu alumni IGSI Batch 2, Don’t Step On Me!. Game yang tengah dikembangkan oleh GrinSmile Studio ini menarik cukup banyak pengunjung untuk mencoba memainkannya. 
Dengan gaya pixel art yang likeable dan warna-warna vibran yang eye-catching pada environment-nya, game garapan Grinsmile ini pun banyak menuai pujian tentang grafis game yang digunakan. Don’t Step On Me! juga hadir dengan mode multiplayer yang bisa dimainkan bersama tiga orang teman, sehingga menambah keseruan pengalaman bermain. 
GrinSmile adalah studio pengembang game yang berbasis di Malang, Indonesia. Dengan game bergenre couch-party multiplayer, GrinSmile berhasil lolos di berbagai tahapan yang dilangsungkan pada program Indigo Game Startup Incubation Batch 2 tahun 2020 lalu.  
Setelah mengembangkan Don’t Step On Me! Selama kurang lebih 2 tahun, pada 2022 ini akhirnya Grinsmile Studio sampai di tahapan terakhir sebelum perilisan produk, atau yang biasa disebut tahap Gold. Don’t Step On Me! pun telah direncanakan akan rilis pada akhir tahun mendatang.
Ikuti informasi dan update terbaru dari GrinSmile Studio lewat akun Instagram GrinSmile Studio.
Read More

Open Registration IGSI Batch 5

blog

Dalam komitmennya meningkatkan kualitas game developer di Indonesia serta membangun ekosistem yang sehat di industri game developer lokal, Indigo menginisaisi sebuah program inkubasi di bawah nama Indigo Game Startup Incubation pada 2019 lalu.

Setelah berhasil menginkubasi sebanyak 27 game startup sejak terselenggaranya, tahun ini Indigo Game Startup Incubation akan kembali diadakan. Seluruh rangkaian program Indigo Game Startup Incubation batch 5 kali ini dijadwalkan berlangsung dari pertengahan Februari hingga November 2022 mendatang.

Indigo mengerti kebutuhan para game startup untuk bisa terus ada dan tetap mengambil bagian dalam perkembangan industri game. Sebab itu Indigo Game Startup Incubation menawarkan berbagai keuntungan bagi para peserta dalam bentuk fasilitas pendampingan oleh mentor ahli, akses alat pengembangan, hingga dana pengembangan.

Pembukaan registrasi batch 5 akan dimulai pada 15 Februari sampai dengan 7 April 2022. Pada batch 5 kali ini pun ada penyesuaian kembali terkait kebijakan kondisi kerja, yang juga berpengaruh kepada beberapa kebijakan lainnya. Berikut beberapa ketentuannya:

  1. Peserta diperbolehkan memilih kondisi kerja WFH (Work from Home) atau WFO (Work from Office).
  2. Bagi tim (maks. 2 tim) yang memilih untuk bekerja onsite/WFO di Bandung Digital Valley (IndigoHub Bandung), akan difasilitasi living allowance sejumlah Rp4.000.000. Serta reimbursement biaya transportasi pulang-pergi ke Bandung hingga Rp2.000.000 per anggota tim.
  3. Untuk tim yang bekerja secara remote akan mendapatkan living allowance senilai Rp3.000.000, dengan rincian Rp.2.750.000 diberikan secara tunai dan Rp250.000 sebagai reimbursement biaya pemakaian internet.

Selain uang saku, tim yang dianggap potensial juga akan mendapatkan pendanaan lanjutan setelah lulus dari program IGSI.

Selama program ini, peserta akan dibimbing oleh pakar dari industri game dan mengembangkan game menggunakan proses standar industri profesional. Selain itu, produk yang dihasilkan oleh para peserta juga akan mendapatkan feedback dari user sungguhan, yang dapat membantu para game startup membuat game yang sesuai dengan pemain atau target audience yang dituju.

Daftarkan segera diri dan tim kamu dengan KLIK DI SINI!

Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran IGSI batch 5 bisa didapatkan dengan menghubungi WhatsApp IGSI atau email di game.indigo@gmail.com.

Read More
EnglishIndonesianJapanese