Kunjungan Kemenkeu RI ke Indigo Game

blog

Minggu lalu Kementerian Keuangan melakukan kunjungan ke IndigoHub Bandung pada Kamis (28/07). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan konsepsi untuk pengelolaan inovasi yang kolaboratif dan terintegrasi. 

Dalam kunjungan tersebut para staf Kementrian Keuangan, termasuk Kasubag Tata Kelola II Biro Org dan Ketatalaksanaan, Cecep Hedi Herdiman, melihat langsung proses inkubasi para game startup Indigo Game Startup Incubation Batch 5 yang kini tengah berlangsung. Rombongan Kemenkeu juga disambut oleh Dinoor Susatijo, selaku Senior Manager Indigo Management beserta jajaran stafnya. 

Selain itu, para staf lain juga berbincang-bincang dengan beberapa member tim yang sedang dalam proses mengembangkan produk gamenya. Sejumlah topik yang dibicarakan adalah game yang sedang dikembangkan oleh para startup, serta proses penyelenggaraan program Indigo Game Startup Incubation itu sendiri. Di kesempatan yang sama juga terdapat showcase berbagai judul game garapan para alumni Indigo Game Startup Incubation angkatan sebelumnya, seperti Who is He, Biwar: Legend of Dragon Slayer, Project Buramato, dll. 

Pengayaan bahan dengan kunjungan langsung seperti ini dianggap sangat perlu dilaksanakan sebagai pendukung dalam proses penyusunan konsep pengelolaan inovasi. Diharapkan pula dengan kunjungan ini, pihak Kementrian Keuangan dapat mempelajari best practice terkait pengembangan framework budaya inovasi secara keseluruhan. Baik berupa sistem pendukung, maupun konsepsi penciptaan inovasi (inkubasi/sandbox) yang menjadi bagian dari proses bisnis yang diselenggarakan oleh Telkom Indonesia. 

 

Read More

IGSI Update: Kocheng Battle of Boings Masuki Tahap Open Beta!

news

 

Telkom percaya bahwa industri game Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bersaing di kancah global. Oleh karena itu, Indigo Game Startup Incubation (IGSI) hadir sebagai upaya dan dukungan majunya industri game lokal. IGSI merupakan program inkubasi startup game dengan beragam fasilitas yang menarik. Salah satu game yang dikembangkan pada program IGSI adalah Kocheng: Battle of Boings yang mengangkat seekor kucing berwarna oranye sebagai karakter utama yang populer dengan nama Kocheng Oyen. 

Kocheng: Battle of Boings adalah game player versus player (PVP) ala Gunbound dan Cat Dog. Terinspirasi dari game klasik tersebut, game ini memiliki premis yang unik dan segar. Pemain akan bermain sebagai boneka kucing berwarna oranye beserta teman lainnya yang berada di dalam sebuah kotak permainan arkade klasik, yaitu claw machine atau mesin capit. 

Kocheng Oyen dan teman-temannya digambarkan dapat hidup di malam hari dan melakukan pertarungan antar-boing. Setiap boing (boneka yang terdapat di dalam mesin capit) memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing, sehingga perbedaan tiap boing tidak hanya terdapat pada tampilannya saja. 

Adapun dua mode multiplayernya adalah 2 vs 2 dan 1 vs 1. Sama halnya dengan mekanik pada gameplay yang juga memiliki 2 mode, yaitu mode Mantul untuk mekanik dan premis yang fresh, serta mode Timpuk untuk mode klasik tanpa memantul yang di mana semua dikontrol dengan slingshot yang sama.  

Secara umum, tujuan yang harus dicapai oleh pemain adalah menjadi boing terbaik agar dinobatkan sebagai juara. Sedangkan boing terburuk nantinya tidak boleh meluncur sendiri ketika ada cakar mesin yang bisa meraihnya saat siang hari. Jadi, hanya boing terbaiklah yang bisa bertahan di dalam mesin arkade. 

Game ini mulanya adalah sebuah prototype yang dibuat oleh salah satu studio pengembang game lokal, Mirai Mimpi, pada 2018 lalu. Mirai Mimpi kemudian berhasil lolos seluruh tahapan seleksi di program Indigo Game Startup Incubation Batch 1 pada 2019. Lalu dalam perjalanannya Kocheng: Battle of Boings akhirnya akan diterbitkan oleh Melon Indonesia. 

Sejak akhir Juni lalu, Kocheng: Battle of Boings telah memasuki tahap Open Beta. Jika kamu tertarik dengan game PVP online multiplayer dengan mekanik slingshot dan bounce kamu dapat mengunduh dan memainkan gamenya melalui link berikut https://bit.ly/KochengBTOB

 

 

Read More

SSR Talks – A Perspective on Game Balance

SSRTalks
Ketika bermain game, pemain akan merasakan sense of fairness dari sebuah game, dan game designer punya peran untuk mengatur hal tersebut lewat Game Balance.  
Game Balance adalah sebuah komponen krusial dalam game design. Kunci dari menyeimbangkan sebuah game adalah dengan tidak membuat karakter atau sebuah strategi tertentu menjadi dominan di dalam satu lingkup permainan. Sejauh ini tidak ada satu cara praktikal yang pasti untuk mengatur game design sedemikian rupa agar seimbang sempurna, karena sedikit banyaknya dominasi tadi mungkin tetap akan dapat dirasakan oleh pemain. Sebab, memang sense of fairness tidak sama dengan perfect balance. Sebuah game bisa tetap terasa fair walaupun dia tidak perfect balance. 
Inilah juga yang dirasakan pemain ketika mereka memainkan game yang tampak tidak seimbang atau asimetris, tetapi mereka tetap merasakan bahwa gamenya fair. Oleh karena itu, untuk menghasilkan game yang fair walaupun tidak perfect balance inilah, seorang game designer perlu banyak melakukan analisis dan percobaan terhadap gamenya.  
Dalam rangka memperluas kembali wawasan tentang Game Balance, pada SSR Talks kali ini IGSI mengundang Pandu Jatikusumo, seorang System Designer di Larian Studio Belgium, untuk berdiskusi tentang Game Balance dari dua sisi, yaitu pemain dan Game Designer. Kita juga akan membahas bagaimana aspek “balance” dan “imbalance” dalam game yang justru dapat dimanfaatkan demi bisa menyuguhkan meaningful experience kepada pemain. 
Jangan lewatkan SSR Talks Episode 12, A Perspective on Game Balance! Ditayangkan live di kanal Youtube Indigo Game pada Sabtu, 23 Juli 2022 pukul 16.00 WIB | 11.00 waktu Belgia.   
Registrasi sekarang juga! Klik di sini! 
Read More

Selamat Datang di Fase Inkubasi, Para Tenant IGSI Batch 5!

news
Indigo Game Startup Incubation adalah program inkubasi yang ditujukan bagi para startup yang bergerak di bidang game development. Program ini adalah hasil kerja sama antara Telkom Indonesia, PT. Agate International, dan Melon Indonesia sejak tahun 2019. Saat ini Indigo Game Startup Incubation telah diikuti oleh 200 game startup dan berhasil menginkubasi 27 startup terpilih. 
Pada waktu mendatang, program ini diharapkan dapat terus mengambil peran besar untuk mengakselerasi digitalisasi dan memajukan ekosistem industri game di Indonesia, hingga dapat bersaing semakin baik di kancah global. 
Telkom Indonesia percaya bahwa industri game di Indonesia berpotensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, melalui Indigo Game Startup Incubation, Telkom secara konsisten terus berupaya untuk mengembangkan ekosistem industri game Indonesia. 
Setelah melalui tahapan Bootcamp selama kurang lebih dua bulan, sebanyak 32 tim yang berpartisipasi dalam IGSI Batch 5, secara ketat diseleksi untuk melanjutkan  ke tahap Inkubasi. Dalam seleksi final pitching yang dibagi menajdi dua gelombang, akhirnya keluar enam nama startup terpilih. Dan berikut adalah para startup terpilih tersebut:
1. Seraph Games 

Tim yang berasal dari Jakarta & Bogor beranggotakan lima orang ini mengangkat tema Monster Battle and Collection RPG pada gamenya yang berjudul Dice Monster.

2. Berangin Creative 
Para anggota tim Berangin Creative berdomisili di Kabupaten Pekalongan. Bersama mereka akan mengembangkan Kejora, sebuah game 2D Puzzle Adventure.  
3. Salt Studio 
Salt Studio, tim yang terdiri dari sepuluh anggota yang masih berstatus mahasiswa. Mengangkat game bdengan titel Lily. Game Puzzle Platformer inilah yang akan dilanjutkan pengembangannya pada program IGSI batch 5 kali ini. 
4. Mushroomallow 
Selanjutnya adalah startup yang juga berasal dari Bandung. Mushroomallow mengajukan konsep game bergenre Item Shop Simulator dengan judul Wonder Wandelier yang nantinya akan dikembangkan. 
5. Motion Canvas
Kemudian ada Motion Canvas. Tenant yang berasal dari Manado ini beranggotakan sepuluh orang. Dengan gamenya yang berjudul Dark Lord Is Died, sebuah Party-Based RPG, mereka berhasil lolos ke fase inkubasi Indigo Startup Incubation Batch 5. 
6. UniXCorp 
Startup yang berasal dari Surabaya ini pitching-nya berhasil terpilih dan melanjutkan pengembangan gamenya, Heisters, dengan bimbingan para mentor di program IGSI.
  Keenam game startup tersebut pun akan mulai menjalani fase inkubasi pada akhir Juni hingga November 2022 mendatang. Sepanjang inkubasi, para peserta akan mendapatkan berbagai benefit berupa pendanaan dan berbagai fasilitas pengembangan, termasuk co-working space yang disediakan di gedung Bandung Digital Valley milik Telkom yang berlokasi di Bandung. Selain itu, fasilitas pendampingan oleh para mentor juga akan terus berlangsung hingga akhir program.   
Rangkaian program akan ditutup dengan acara internal berupa Demo Day yang menjadi ajang showcase karya dari masing-masing startup. Internal Demo Day ini juga yang nantinya menjadi seleksi untuk melanjutkan ke tahap Alpha, di program Indigo. Setidaknya satu start-up terpilih nantinya akan menyusul empat belas startup lain, yang sejak awal terselenggaranya program Indigo Game Startup Incubation, sudah berhasil masuk ke program Indigo. 
Read More

SSR Talks — Guide to A Successful Interview for Global Game Development Career 

SSRTalks

Seperti yang sama-sama kita ketahui, work interview adalah salah satu tahap penting untuk berkarir dalam suatu industri, tidak terkecuali industri game. Untuk itu, tentu ada banyak hal yang perlu kita pelajari dan siapkan demi lancarnya proses interview, terlebih jika kita ingin memperluas peluang untuk berkarir di bidang pengembangan game secara global. 

Pada nyatanya, interview adalah satu proses di tengah proses-proses yang tidak kalah penting lainnya. Sebagai langkah awal kita masih perlu menyusun resume kemudian mengerjakan tes untuk bisa sampai ke tahap wawancara. Jika dinyatakan lulus, di balik interview juga masih ada proses negosiasi atau offer sebelum akhirnya kita resmi dinyatakan sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Lebih jauh lagi, sangat memungkinkan bagi banyak perusahaan global terkemuka untuk menerapkan standar atau kebijakan yang berbeda dari perusahaan lokal. 

Sehingga, penting bagi kita untuk secara rinci dan baik menyiapkan tiap langkah; mulai dari pembuatan resume hingga menyiapkan diri untuk job offering. Serangkaian proses itulah yang nantinya akan menjadi bahasan pada event SSR Talks kali ini, yang akan mengupas panduan serta tips mengikuti interview di industri game terutama di perusahaan internasional. Bersama Jacky Riawan, seorang Animation Programmer untuk studio CD Projekt Red, Polandia yang pada beberapa proyek game ternama seperti Cyberpunk 2077, Gwent, dan Thronebreaker, terdapat sentuhan tangannya. 

Jangan lewatkan SSR Talks Eps. 11, Guide to A Successful Interview for Global Game Development Career! Ditayangkan live di kanal Youtube Indigo Game pada Sabtu, 25 Juni 2022 pukul 16.00 WIB | 11.00 Waktu Polandia.  

Registrasi sekarang juga! Klik di sini!

Read More

Periode Regsistrasi IGSI Batch 5 Resmi Ditutup

blog , news

Setelah melangsungkan periode registrasi sejak 15 Februari 2022 lalu, kemarin, Kamis (07/04) akhirnya Indigo Startup Incubation Batch 5 secara resmi telah menutup pendaftaran tepat pukul 23.59 WIB. Dari rentang waktu tersebut, sejauh ini terdapat total 111 pendaftar, yang terdiri dari 34 pendaftar tim dan 77 pendaftar individu. Para pendaftar di batch kali ini pun berasal dari berbagai pulau di Indonesia termasuk Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi. 

Beriringan dengan periode registrasi, IGSI Batch 5 pun sudah memasuki fase Bootcamp. Melalui beberapa kegiatan seperti mentoring, webinar, dan latihan membuat one-slide pitch deck, para startup yang mendaftar sebagai tim mulai dipersiapkan untuk memasuki tahap inkubasi. Hingga saat ini sudah lebih dari 20 tim mengumpulkan one-slide pitch yang akan direview oleh para mentor. Lewat one-slide pitching ini, selanjutnya akan diputuskan apakah para startup bisa meneruskan membuat full pitch deck. 

Kegiatan lain yang berlangsung selama masa Bootcamp IGSI Batch 5 adalah sesi brainstorming yang berhasil mengumpulkan hampir 400 premis game. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kreativitas para startup dalam mempersiapkan sebanyak mungkin ide yang potensial dan menarik. Sehingga jika salah satu ide yang diajukan dinilai kurang menjanjikan, para startup masih memiliki banyak rencana cadangan yang bisa ditawarkan kepada juri maupun investor.

Antusiasme para peserta Bootcamp pun terlihat dari kegiatan di fase Bootcamp yang hingga saat ini masih berjalan dan diskusi daring yang hampir tidak berhenti setiap harinya. Kesibukan juga tampak daripara mentor yang memberikan bimbingan dan feedback kepada para peserta atas ide-ide yang diajukan. Melihat semangat publik yang semakin luas untuk terlibat langsung dalam game development ini menambah kepercayaan bahwa industri game Indonesia dapat berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah fase Bootcamp akan berakhir pada bulan Mei nanti, program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 pun akan segera memasuki tahapan seleksi di bulan yang sama, kemudian dilanjutkan dengan tahapan inkubasi para startup terpilih pada Juni mendatang. 

Informasi terbaru mengenai program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 bisa didapatkan dengan mengakses halaman Instagram IGSI di https://instagram.com/indigogame.incubation/. 

Read More

Open Registration IGSI Batch 5

blog

Dalam komitmennya meningkatkan kualitas game developer di Indonesia serta membangun ekosistem yang sehat di industri game developer lokal, Indigo menginisaisi sebuah program inkubasi di bawah nama Indigo Game Startup Incubation pada 2019 lalu.

Setelah berhasil menginkubasi sebanyak 27 game startup sejak terselenggaranya, tahun ini Indigo Game Startup Incubation akan kembali diadakan. Seluruh rangkaian program Indigo Game Startup Incubation batch 5 kali ini dijadwalkan berlangsung dari pertengahan Februari hingga November 2022 mendatang.

Indigo mengerti kebutuhan para game startup untuk bisa terus ada dan tetap mengambil bagian dalam perkembangan industri game. Sebab itu Indigo Game Startup Incubation menawarkan berbagai keuntungan bagi para peserta dalam bentuk fasilitas pendampingan oleh mentor ahli, akses alat pengembangan, hingga dana pengembangan.

Pembukaan registrasi batch 5 akan dimulai pada 15 Februari sampai dengan 7 April 2022. Pada batch 5 kali ini pun ada penyesuaian kembali terkait kebijakan kondisi kerja, yang juga berpengaruh kepada beberapa kebijakan lainnya. Berikut beberapa ketentuannya:

  1. Peserta diperbolehkan memilih kondisi kerja WFH (Work from Home) atau WFO (Work from Office).
  2. Bagi tim (maks. 2 tim) yang memilih untuk bekerja onsite/WFO di Bandung Digital Valley (IndigoHub Bandung), akan difasilitasi living allowance sejumlah Rp4.000.000. Serta reimbursement biaya transportasi pulang-pergi ke Bandung hingga Rp2.000.000 per anggota tim.
  3. Untuk tim yang bekerja secara remote akan mendapatkan living allowance senilai Rp3.000.000, dengan rincian Rp.2.750.000 diberikan secara tunai dan Rp250.000 sebagai reimbursement biaya pemakaian internet.

Selain uang saku, tim yang dianggap potensial juga akan mendapatkan pendanaan lanjutan setelah lulus dari program IGSI.

Selama program ini, peserta akan dibimbing oleh pakar dari industri game dan mengembangkan game menggunakan proses standar industri profesional. Selain itu, produk yang dihasilkan oleh para peserta juga akan mendapatkan feedback dari user sungguhan, yang dapat membantu para game startup membuat game yang sesuai dengan pemain atau target audience yang dituju.

Daftarkan segera diri dan tim kamu dengan KLIK DI SINI!

Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran IGSI batch 5 bisa didapatkan dengan menghubungi WhatsApp IGSI atau email di game.indigo@gmail.com.

Read More
EnglishIndonesianJapanese