Periode Regsistrasi IGSI Batch 5 Resmi Ditutup

blog , news

Setelah melangsungkan periode registrasi sejak 15 Februari 2022 lalu, kemarin, Kamis (07/04) akhirnya Indigo Startup Incubation Batch 5 secara resmi telah menutup pendaftaran tepat pukul 23.59 WIB. Dari rentang waktu tersebut, sejauh ini terdapat total 111 pendaftar, yang terdiri dari 34 pendaftar tim dan 77 pendaftar individu. Para pendaftar di batch kali ini pun berasal dari berbagai pulau di Indonesia termasuk Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi. 

Beriringan dengan periode registrasi, IGSI Batch 5 pun sudah memasuki fase Bootcamp. Melalui beberapa kegiatan seperti mentoring, webinar, dan latihan membuat one-slide pitch deck, para startup yang mendaftar sebagai tim mulai dipersiapkan untuk memasuki tahap inkubasi. Hingga saat ini sudah lebih dari 20 tim mengumpulkan one-slide pitch yang akan direview oleh para mentor. Lewat one-slide pitching ini, selanjutnya akan diputuskan apakah para startup bisa meneruskan membuat full pitch deck. 

Kegiatan lain yang berlangsung selama masa Bootcamp IGSI Batch 5 adalah sesi brainstorming yang berhasil mengumpulkan hampir 400 premis game. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kreativitas para startup dalam mempersiapkan sebanyak mungkin ide yang potensial dan menarik. Sehingga jika salah satu ide yang diajukan dinilai kurang menjanjikan, para startup masih memiliki banyak rencana cadangan yang bisa ditawarkan kepada juri maupun investor.

Antusiasme para peserta Bootcamp pun terlihat dari kegiatan di fase Bootcamp yang hingga saat ini masih berjalan dan diskusi daring yang hampir tidak berhenti setiap harinya. Kesibukan juga tampak daripara mentor yang memberikan bimbingan dan feedback kepada para peserta atas ide-ide yang diajukan. Melihat semangat publik yang semakin luas untuk terlibat langsung dalam game development ini menambah kepercayaan bahwa industri game Indonesia dapat berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah fase Bootcamp akan berakhir pada bulan Mei nanti, program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 pun akan segera memasuki tahapan seleksi di bulan yang sama, kemudian dilanjutkan dengan tahapan inkubasi para startup terpilih pada Juni mendatang. 

Informasi terbaru mengenai program Indigo Game Startup Incubation Batch 5 bisa didapatkan dengan mengakses halaman Instagram IGSI di https://instagram.com/indigogame.incubation/. 

Read More

IndigoGame Kembali Adakan Specially Super Rare Talks Bertema Fundamentals of 3C Game Design

SSRTalks

Perbedaan fundamental yang memisahkan video game dengan card game atau pun board game adalah experience dan digital sensation. Hal ini dipengaruhi oleh 3C, yaitu istilah yang umum digunakan di ranah game development untuk menjelaskan Character, Control, Camera. 

Tidak ada sejarah yang terdokumentasi mengenai istilah 3C, tetapi istilah ini diyakini berasal dari sebuah perusahaan video game asal Prancis, Ubisoft. Ketiga elemen 3C merupakan kesatuan interdependen yang saling berkaitan dan tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. Munculnya spesialisasi desainer 3C dalam proses pengembangan game menunjukkan bahwa elemen ini cukup krusial di dalam sebuah video game. Membuat 3C yang berkualitas berarti game yang dibuat akan memiliki pijakan atau pondasi yang solid. pembuatan 3C cukup tricky, sehingga potensi berhasil atau pun gagalnya berbanding lurus.  

Singkatnya, 3C memiliki peran sebagai core interaction dan pengalaman pembuka; bagaimana pemain mendapatkan kesan pertama saat mengontrol game, berinteraksi dengan mekanik dari  game yang dibuat. Dan kesan pertama tersebut sangat menentukan fun atau tidaknya sebuah gameplay bagi pemain. 

Kali ini IndigoGame Startup Incubation mengajak para game developer untuk mengulik elemen 3C pada acara SSR Talks episode 8 bertitel Fundamentals of 3C Game Design. Dibawakan oleh Chandra Kouns Turaga, seorang game designer yang berpengalaman mengembangkan game AAA, seperti Prince of Persia: The Sands of Time Remake bersama Ubisoft India. Dan saat ini Chandra Turaga tengah melanjutkan karirnya di Ubisoft Stockholm, Swedia sebagai spesialis 3C Game Designer.  

Ikuti pembahasan menarik tentang elemen 3C dalam sebuah game, yang akan disiarkan langsung di SSR Talks episode 8 pada Minggu, 27 Maret 2022 pukul 17.00 WIB GMT+7 melalui YouTube Live Streaming. Acara ini gratis. Segera registrasi di sini! 

______________________________ 

SSR Talks adalah program knowledge sharing yang diadakan oleh Indigo Game Startup Incubation, yang mendatangkan narasumber ahli yang berpengalaman dan bekerja sebagai game developer di perusahaan game internasional ternama. 

Read More

IGSI Game Jam 2022: You Control The Environment, Not The Player

blog

Sebagai salah satu upaya lain yang dilakukan untuk terus meningkatkan kreatifitas para game developer dan game development enthusiast, Indigo Game Startup Incubation akan kembali menggelar acara Game Jam tahunan. Tema besar yang akan diangkat pada event Game Jam kali ini adalah “You control the environment, not the player”. 

Ada pun jadwal rangkaian event Game Jam IGSI 2022 adalah sebagai berikut: 

Periode pendaftaran  7 – 14 Maret 2022 
Webinar mentoring  16 Maret 2022 
Deadline submisi  19 Maret 2022 
Periode voting (public)  21 – 24 Maret 2022 
Masa penjurian  24 – 25 Maret 2022 
Pengumuman pemenang  28 Maret 2022 

Event Game Jam ini terbuka dan dapat diikuti oleh umum. Sedangkan untuk kategori pemenang nantinya akan dibagi menjadi dua, yaitu experienced (game developer) dan pelajar. Seperti sebelumnya, kali ini game jam juga akan diselenggarakan menggunakan platform itch.io. Dan secara garis besar, berikut adalah persyaratan dan langkah-langkah untuk bisa berpartisipasi pada event ini. 

  1. Peserta adalah tim yang terdiri dari minimal 3 anggota. 
  2. Jika belum memiliki anggota tim, silakan bergabung di server Discord IGSI untuk mencari member tim. 
  3. Peserta harus memiliki akun itch.io. 
  4. Setelah mendaftar, silakan memantau server Discord IGSI untuk mendapatkan informasi selanjutnya. 

Selanjutnya, berikut adalah deliverable pada game jam kali ini:

  1. Tidak membuat game yang membutuhkan spesifikasi atau hardware khusus semacam tool VR, high-end PC atau membutuhkan instalasi tools lain (di luar game tersebut)
  2. Menggunakan asset gambar yang dibuat sendiri
  3. Musik dan sound diperbolehkan menggunakan free asset, dengan catatan mohon memerhatikan lisensi dan mencantumkan sumber
  4. Diperbolehkan menggunakan game engine apa pun
  5. Game tidak pernah diikutkan dalam perlombaan apa pun sebelumnya
  6. Video merupakan gameplay/playtrough (bukan trailer, screenshoot, dan playable dengan preferable domain .exe)
  7. Plus point: memiliki fitur multiplayer

    Total hadiah pada event kali ini adalah Rp25.000.000 yang akan dibagi ke beberapa kategori penilaian pemenang bagi masing-masing kategori pelajar dan experienced, rinciannya sebagai berikut:

    Kategori  Reward 
    Experienced (Game Developer)  Pelajar 
    Best Promising Concept  Rp4.000.000  Rp4.000.000 
    Best Fun Concept  Rp4.000.000  Rp4.000.000 
    Best Art  Rp4.000.000  Rp4.000.000 
    People Choice  Rp500.000  Rp500.000 

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh kategori pemenang nantinya akan divalidasi kembali oleh para juri sebelum akhirnya ditentukan sebagai pemenang mutlak. Pendaftaran IGSI Game Jam 2022 bisa dilakukan dengan melengkapi form pada link ini. 

     

     

    Read More

    Open Registration IGSI Batch 5

    blog

    Dalam komitmennya meningkatkan kualitas game developer di Indonesia serta membangun ekosistem yang sehat di industri game developer lokal, Indigo menginisaisi sebuah program inkubasi di bawah nama Indigo Game Startup Incubation pada 2019 lalu.

    Setelah berhasil menginkubasi sebanyak 27 game startup sejak terselenggaranya, tahun ini Indigo Game Startup Incubation akan kembali diadakan. Seluruh rangkaian program Indigo Game Startup Incubation batch 5 kali ini dijadwalkan berlangsung dari pertengahan Februari hingga November 2022 mendatang.

    Indigo mengerti kebutuhan para game startup untuk bisa terus ada dan tetap mengambil bagian dalam perkembangan industri game. Sebab itu Indigo Game Startup Incubation menawarkan berbagai keuntungan bagi para peserta dalam bentuk fasilitas pendampingan oleh mentor ahli, akses alat pengembangan, hingga dana pengembangan.

    Pembukaan registrasi batch 5 akan dimulai pada 15 Februari sampai dengan 7 April 2022. Pada batch 5 kali ini pun ada penyesuaian kembali terkait kebijakan kondisi kerja, yang juga berpengaruh kepada beberapa kebijakan lainnya. Berikut beberapa ketentuannya:

    1. Peserta diperbolehkan memilih kondisi kerja WFH (Work from Home) atau WFO (Work from Office).
    2. Bagi tim (maks. 2 tim) yang memilih untuk bekerja onsite/WFO di Bandung Digital Valley (IndigoHub Bandung), akan difasilitasi living allowance sejumlah Rp4.000.000. Serta reimbursement biaya transportasi pulang-pergi ke Bandung hingga Rp2.000.000 per anggota tim.
    3. Untuk tim yang bekerja secara remote akan mendapatkan living allowance senilai Rp3.000.000, dengan rincian Rp.2.750.000 diberikan secara tunai dan Rp250.000 sebagai reimbursement biaya pemakaian internet.

    Selain uang saku, tim yang dianggap potensial juga akan mendapatkan pendanaan lanjutan setelah lulus dari program IGSI.

    Selama program ini, peserta akan dibimbing oleh pakar dari industri game dan mengembangkan game menggunakan proses standar industri profesional. Selain itu, produk yang dihasilkan oleh para peserta juga akan mendapatkan feedback dari user sungguhan, yang dapat membantu para game startup membuat game yang sesuai dengan pemain atau target audience yang dituju.

    Daftarkan segera diri dan tim kamu dengan KLIK DI SINI!

    Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran IGSI batch 5 bisa didapatkan dengan menghubungi WhatsApp IGSI atau email di game.indigo@gmail.com.

    Read More

    Why is a Virtual Economy Design Important for Free to Play Game?

    blog
    image

    Sebuah free to play game yang baik, rata-rata dimainkan tidak hanya dalam 2 hingga 10 jam saja, tetapi bisa dimainkan bahkan hingga lebih dari 1 tahun lamanya. Apa yang membuat para pemain tetap betah dalam memainkan game tersebut? Apakah pengembang game yang membuat game tersebut juga tidak rugi membuatkan game gratisan untuk dimainkan? Padahal pasti mereka memerlukan pemasukan untuk membuat game-nya tetap berjalan bagi para pemain setianya.

    Ternyata jawabannya adalah sistem monetisasi atau ekonomi virtual dalam game tersebut yang didesain dengan sebaik mungkin. Dalam Skill Tree Asosiasi Game Indonesia (AGI) episode 18, AGI mengundang Julio Andryanto dari Dreams Studio untuk membahas mengenai mengapa desain ekonomi virtual penting terutama untuk free to play game. Dreams Studio sendiri merupakan peserta dari program Indigo Game Startup Incubation (IGSI) batch ke-2 dan ke-3 yang berasal dari Batam.

    Julio disini menjelaskan, ketika seorang pemain dalam waktu sekejap sudah tidak ingin memainkan lagi sebuah free to play game, biasanya ada 2 permasalahan yang terjadi dari desain game tersebut. Yang pertama adalah ketika progress pemain / user yang terlalu cepat atau lambat (misalnya progress menaikkan level atau status karakter dalam game). Kedua adalah virtual currency dalam game tersebut terlalu mudah atau terlalu sulit untuk diambil (seperti diamond atau gem untuk membeli suatu gear / equipment khusus) sehingga pemain akan merasa tidak layak meluangkan waktunya untuk memainkan game tersebut. Maka penting bagi seorang game designer untuk mendesain sebuah ekonomi virtual dalam game-nya yang baik dan juga dapat diukur dengan jelas.

    Dalam studi kasus pertama, Julio memperlihatkan sebuah contoh dari game yang pernah mereka kembangkan bersama dengan Niji Games yang berjudul Leturn: Defense of Magic. Seperti terlihat dalam diagram di atas, rata-rata player melakukan spend di awal memainkan game-nya (titik berwarna hijau). Lalu dapat dilihat dari garis di bawah yang menunjukkan lama mereka memainkan _game-_nya (hours), dalam waktu tidak lama mereka sudah tidak memainkan game tersebut (titik berwarna merah). Mereka rata-rata mengeluarkan uang di awal bermain karena memang game ini didesain seperti sebuah game premium (misalnya yang mengharuskan mereka untuk bayar jika ingin melanjutkan bermain).

    Kenapa terjadi hal seperti itu padahal dapat dikatakan game ini merupakan sebuah game yang bagus? Ternyata permasalahan ada pada game economy atau currency yang mereka rancang ketika membuat game tersebut. Mereka juga jadi kesulitan untuk melihat data apa yang menjadi masalah dalam desain game tadi karena di awal mereka merancang game tersebut, mereka membuat dokumen atau data untuk pembuatan game-nya terpisah-pisah atau standalone (berdiri sendiri).

    Berikutnya mereka memberikan contoh sebuah desain ekonomi virtual yang telah dibentuk menjadi diagram. Seperti yang terlihat pada diagram di kiri atas, mulai dari sekitar menit 70, garis berwarna oranye yang menunjukkan income selalu berada di atas cost (garis berwarna biru), yang dapat diartikan kalau user lebih gampang main. Kemudian di diagram kanan atas, grafik menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, cost perlahan naik ke atas. Dengan data yang terintegrasi, setiap _cost (_misalnya untuk upgrade atau pembelian lainnya) dapat dijadikan satu data dan terlihat dengan jelas seperti ini.

    Kemudian pada diagram kanan bawah, terdapat beberapa garis berwarna kuning, hijau, dan ungu yang menunjukkan ketika user beli premium. Dapat diartikan dari grafik tersebut, bila mereka membeli premium lebih banyak lagi, income juga akan selalu berada di atas cost. Namun perlu dicatat juga bahwa yang ingin kita capai disini adalah ketika income tidak terlalu tinggi, tetapi cost juga tidak terlalu di bawah, sehigga terjadi sebuah balance yang baik dalam desain ekonomi virtual di game.

    Julio juga bercerita mengenai ketika ia pergi ke sebuah mentoring yang diadakan di Singapur, dan disana ia ditanyakan hal seperti ini, “apakah yang ingin kalian bangun? Sebuah game? Atau sebuah perusahaan?” Dikatakan jika hanya ingin membuat game, maka tidak perlu pusing memikirkan bagaimana sistem monetisasi game tersebut. Sedangkan jika ingin membuat sebuah perusahaan, maka sedari awal lebih baik sudah memikirkan sistem monetisasi game itu. Sebuah game yang baik (misalnya, gameplay atau mechanic yang baik) dengan desain ekonomi game yang baik juga, akan menghasilkan sebuah retensi yang bagus sehingga menjadi sistem monetisasi yang bagus pula.

    Dalam studi kasus kedua, mereka kemudian menunjukkan game yang saat itu sedang mereka kembangkan melalui program IGSI, yang berjudul Milky Way: Space Idle Shooter. Julio menekankan bahwa ketika menentukan currency dalam game, penting untuk ditentukan juga fungsi dan tujuan dari setiap currency tersebut. Yang paling penting disini bukan desain dari sistem currency, melainkan bagaimana seorang game designer membuat semua peran dalam timnya juga mengerti akan sistem currency yang ia desain.

    Jika dalam studi kasus pertama mereka membuat setiap data terpisah atau berdiri sendiri, disini mereka belajar dari kesalahan tersebut. Mereka membuat seluruh data terintegrasi dari awal sehigga mudah untuk melihat datanya dan mudah juga untuk mem-balance­ desain ekonomi virtual game-nya.

    Kali ini mereka menunjukkan sedikit contoh integrasi data menggunakan machinations.io. Terlihat dari grafik pada gambar di atas, ada sebuah garis biru yang menunjukkan currency diamond. Seiring dengan berjalannya game, garis tersebut juga ikut semakin naik. Namun di terakhir justru tidak terpakai, padahal currency ini merupakan sebuah currency yang penting karena currency ke-3, yang berarti ada permasalahan dari desain ekonomi virtual mereka. Lalu di garis yang berwarna kuning / emas, di menit sekitar 300 terjadi sink atau penurunan karena pemakaian yang terlalu banyak. Dari sini terlihat bahwa dengan data dan desain yang pasti, maka diagram juga dapat terlihat dengan sangat jelas sehingga balancing game-nya juga menjadi mudah.

    Akhir kata, secara singkat mereka menjelaskan bahwa hal-hal yang paling penting untuk diperhatikan ketika mendesain sebuah ekonomi virtual dalam game yang akan dikembangkan adalah:

    1. Aspek dari game economy adalah designing money, market, and currency.

    2. Seorang game designer harus dapat merancang sebuah sistem atau data yang terintegrasi dan dinamis.

    3. Sistem monetisasi sudah harus dipikirkan semenjak dari awal ingin mengembangkan game.

    Semoga isi dari artikel ini bermanfaat dan pembaca menjadi lebih mengerti pentingnya sebuah desain ekonomi virtual dalam mendesain sebuah game.

    Read More

    Opening Ceremony Online Indigo Game Startup Incubation Batch 03

    blog

    Bandung, 20 Oktober 2020 – Program inkubasi game startup pertama di Indonesia, Indigo Game Startup Incubation (IGSI), telah melakukan seremonial pembukaan untuk batch ke-3 pada Jumat, 16 Oktober 2020. Acara dihadiri oleh perwakilan dari pihak Telkom Indonesia dan Melon Indonesia serta para mentor, tim manajemen IGSI, dan peserta batch ke-3.

    Acara dibuka dengan kata sambutan pertama dari Johannes Adi Purnama Putra selaku Manager Open Innovation Incubation Management of Indigo. Beliau memberikan ucapan selamat datang kepada peserta batch ke-3 dan mengharapkan program tetap dapat berjalan dengan baik dan lancar walaupun secara daring (online) melihat pengalaman dari batch sebelumnya. Johannes menyampaikan harapannya kepada peserta batch ke-3 dengan mengatakan, “Kami harapkan teman-teman semangatnya tetap tinggi, kemudian dengan bantuan mentor yang ada bisa menghasilkan game yang berkualitas yang semoga kedepannya bisa masuk ke program Indigo Creative Nation (ICN) untuk mendapatkan pendanaan yang lebih besar dan juga tumbuh besar bersama dengan Telkom Group dan Melon.”

    Kata sambutan kedua diberikan oleh Restya Winda Astari selaku Program Director IGSI. Dalam kata sambutan, Restya berharap walaupun bekerja dari rumah, para peserta tetap bisa produktif. Diharapkan juga dapat membagi waktu antara ketika harus serius, maupun sedang bersantai atau bersenang-senang. Seperti yang dikatakan dalam kata sambutannya, “Game yang bagus itu biasanya dihasilkan oleh developer yang bahagia. Jadi jangan lupa untuk tetap bahagia dan produktif.”

    Seremonial pembukaan batch ke-3 kemudian masuk pada inti acara dimana para peserta dipersilahkan untuk memperkenalkan tim mereka serta menceritakan sekilas game yang akan mereka kembangkan di program IGSI. Berikut nama tim peserta batch ke-3 beserta kota asal dan nama game mereka:

    1. Anoman Studio dari Jakarta: Kala (PC)
    2. DEV.ata Game dari Bali: Legend of Dragon Warrior (PC)
    3. Dreams Studio dari Batam: Armaegis: Absolute Dominion (Mobile)
    4. MyHand Studio dari Semarang: Lupus: The Lost World (PC)
    5. Satriver Studio dari Malang: Crazy Delivery Services (Mobile)
    6. VanTrails Games dari Jakarta: Soul Spira: Rise of the Scarlet Knight (Mobile)

    Selain perkenalan dari tim peserta, para mentor IGSI dan tim manajemen IGSI juga diperkenalkan secara singkat pada para peserta batch ke-3. Untuk mengingatkan kembali tentang briefing program IGSI, Restya kembali menjelaskan dengan singkat tentang program yang akan dijalankan oleh peserta.

    Penjelasan tersebut mencakup periode dari masa inkubasi batch ke-3 dan fasilitas yang akan diberikan selama masa inkubasi. Restya juga memberitahukan fase pengembangan game apa yang akan dilalui dalam masa inkubasi, serta output atau hasil yang diharapkan dari peserta baik saat masa inkubasi berjalan maupun saat akan selesai.

    Sebagai penutup acara, Restya mengatakan bahwa IGSI merupakan pintu gerbang bagi kesempatan-kesempatan selanjutnya, yaitu kesempatan untuk di-invest dan mendapatkan deal publishing. Ia berharap para peserta akan memanfaatkan program IGSI sebaik-baiknya. Kemudian Restya mengutip kata-kata dari salah satu peserta batch ke-3, “Kalaupun kita nanti kedepannya tidak mendapatkan investment, setidaknya kita sudah mendapatkan banyak ilmu dari mentoring.”

    Masa inkubasi batch ke-3 akan kembali diadakan secara online (work from home) seperti pada batch ke-2 selama empat bulan ke depan. Program IGSI telah berhasil mengangkat 20 game startup per September 2020. Ikuti terus perkembangan mengenai para peserta batch ke-3 melalui website dan sosial media official IGSI.

    Tentang Telkom Indonesia

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Telkom adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai oleh publik. Saham Telkom diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode “TLKM” dan New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode “TLK”.

    Dalam upaya bertransformasi menjadi digital telecommunication company, Telkom Group mengimplementasikan strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan (customer-oriented). Transformasi tersebut akan membuat organisasi TelkomGroup menjadi lebih lean (ramping) dan agile (lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan industri telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat. Organisasi yang baru juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptakan customer experience yang berkualitas.

    Kegiatan usaha TelkomGroup bertumbuh dan berubah seiring dengan perkembangan teknologi, informasi dan digitalisasi, namun masih dalam koridor industri telekomunikasi dan informasi. Hal ini terlihat dari lini bisnis yang terus berkembang melengkapi legacy yang sudah ada sebelumnya.

    Telkom mulai saat ini membagi bisnisnya menjadi 3 Digital Business Domain:

    1. Digital Connectivity: Fiber to the x (FTTx), 5G, Software Defined Networking (SDN)/ Network Function Virtualization (NFV)/ Satellite
    2. Digital Platform: Data Center, Cloud, Internet of Things (IoT), Big Data/ Artificial Intelligence (AI), Cybersecurity
    3. Digital Services: Enterprise, Consumer

    Dapatkan informasi terbaru mengenai Telkom Indonesia melalui:

    Website : https://www.telkom.co.id/

    Facebook : https://www.facebook.com/TelkomIndonesia

    Instagram : https://www.instagram.com/telkomindonesia/

    Twitter : https://twitter.com/telkomindonesia

    YouTube : https://www.youtube.com/c/telkomindonesiaofficial

    LinkedIn : https://www.linkedin.com/company/telekomunikasi-indonesia/

    Tentang Melon Indonesia

    Melon Indonesia dibentuk tahun 2010 sebagai usaha patungan (Joint Venture Company) antara PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dengan SK Telecom (SKT) untuk menghadirkan layanan musik digital di Indonesia. Di akhir tahun 2016, Telkom mengakuisisi seluruh saham SKT, sehingga menjadi 100% Telkom Group.

    Fokus bisnis perusahaan adalah layanan musik digital, seperti: audio streaming, video, karaoke, full track download, music box, ring back tone, text content, IVR, dan lain-lain. Saat ini Melon Indonesia lebih fokus melayani pasar B2B2C, seperti perusahaan telekomunikasi, penyedia jasa internet, FMCG, dan perusahaan retail lainnya. Sejalan dengan perkembangan bisnis, perusahaan mulai mengembangkan beberapa layanan B2B maupun B2C, yaitu Upoint.id, Upoint esports, langit musik, dan juga Melon Publishing (Oolean) sebagai sebuah Game Publisher.

    Dapatkan informasi terbaru mengenai Melon Indonesia melalui:

    Website : https://melon.id/

    Facebook : https://www.facebook.com/MelOnIndonesia/

    Instagram : https://www.instagram.com/melonindonesia/?hl=en

    Twitter : https://twitter.com/melonindonesia

    YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCuHHdG_ohKvmWCqfM62deag

    Tentang Indigo Game Startup Incubation

    Program Indigo Game Startup Incubation (IGSI) adalah sebuah program di bawah naungan Indigo Creative Nation (ICN) yang berdiri pada bulan September tahun 2019. Program IGSI merupakan salah satu upaya dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk mengembangkan ekosistem digital di Indonesia, khususnya ekosistem game. Program ini adalah hasil kerja sama antara Telkom Indonesia bersama dengan Melon Indonesia sebagai salah satu Game Publisher di Indonesia dan Agate sebagai Game Developer terbesar di Indonesia saat ini, melalui bagian yang berkonsentrasi pada akademi khusus untuk pengembangan game, yaitu Agate Academy.

    Program Indigo Game Startup Incubation ditujukan untuk membantu para game studio atau game developer terutama yang masih startup di Indonesia agar mereka dapat membuat game terbaik. Harapan lainnya, mereka bisa menjadi sebuah usaha yang dapat bertahan serta menguasai pasar industri game di negeri sendiri, bahkan hingga ranah internasional.

    Dapatkan informasi terbaru mengenai Indigo Game Startup Incubation melalui:

    Website : https://game.indigo.id/

    Facebook Page : https://www.facebook.com/game.indigo.id/

    Instagram : https://www.instagram.com/game.indigo.id/

    Twitter : https://twitter.com/game_indigo_id

    YouTube : http://www.youtube.com/c/IndigoGameStartupIncubation

    IGSI Official Contacts:

    Email: game.indigo.id@gmail.com

    Whatsapp: +62 822 1778 7119

    Read More

    INDIGO GAME STARTUP INCUBATION BATCH 02: Has Reached Their Final Step, The External Demo Day!

    blog

    Tak terasa, 4 bulan sudah berlalu dari dimulainya masa inkubasi program Indigo Game Startup Incubation (IGSI) Batch 02 dan kini sudah saatnya bagi para peserta batch 02 memasuki tahap akhir dari program inkubasi, yaitu Demo Day Eksternal. Dimana dalam acara ini, para peserta akan menampilkan hasil karya gim-nya melalui showcase. Memang sedikit berbeda dari batch terdahulu, karena kali ini showcase akan diadakan secara online dan di publish pada Channel Youtube IGSI, hal ini dilakukan guna mengikuti himbauan dari pemerintah.

    Banner IGSI Batch 02 External Demo Day dan 10 nama tim yang mengikuti program IGSI batch 02

    Ada pun acara Demo Day Eksternal sendiri telah diselenggarakan secara livestream pada tanggal 30 September 2020 dengan tetap mengundang para Game Publisher dan Game Developer, serta para Investor guna melihat dan menyaksikan bersama karya-karya dari para peserta inkubasi melalui sebuah platform. Lain dari cara yang sebelumnya, acara Demo Day Batch 02 ini pun bisa turut disaksikan oleh publik melalui Channel Youtube IGSI.

    Dinoor Susatijo (SM Indigo Management)

    Acara dibuka dengan kata sambutan dari Dinoor Susatijo selaku SM Indigo Management, yang mengatakan bahwa menurut data yang didapat dari Asosiasi Game Indonesia (AGI), pertumbuhan pengembang game di Indonesia justru naik 10 hingga 20 persen di masa pandemi ini. Selain itu, pada tahun 2019, sebuah data juga menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat 12 di pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif sebanyak 62,1 juta orang dan secara keseluruhan industri ini menghasilkan pendapatan sebesar sekitar Rp 15 triliun, atau setara USD 1,04 miliar.

    Pemerintah juga telah mendorong industri ini dengan mengupayakan berbagai inisiatif strategis terutama agar konten-konten game buatan anak bangsa ini dapat mendominasi pasar game nasional, bahkan hingga global. Melihat hal tersebut, pada tahun 2019 silam, Telkom Indonesia bekerja sama bersama PT Agate Internasional sebagai perusahaan game terbesar di Indonesia saat ini dan juga Melon Indonesia sebagai anak perusahaan dari Telkom Indonesia yang juga menjalankan bisnis sebagai Game Publisher di Indonesia.

    Beliau juga sedikit menjelaskan mengenai 2 program utama yang berada di dalam IGSI, yaitu DILo Game Academy (DGA) dan juga program inkubasi game startup yang sudah kita kenal sebagai IGSI. Melalui program tersebut, beliau mengatakan, “diharapkan para talenta-talenta tersebut dapat saling berkolaborasi untuk mengembangkan sebuah startup game baru yang menghasilkan karya yang tumbuh besar di pasar.”

    Dedi Suherman (CEO Melon Indonesia)

    Kemudian kata sambutan berikutnya diberikan oleh Dedi Suherman selaku CEO dari Melon Indonesia. Beliau menyayangkan industri game di Indonesia ini masih dikuasai oleh produk-produk dari luar negeri, padahal industri ini merupakan sebuah industri yang sangat menjanjikan. Adapun harapan dari beliau mengenai program IGSI dengan mengatakan, “kami berharap konten lokal (dan) game lokal bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri. Keterampilan, skill, dan kemampuan kita men-develop game menjadi kata kunci bagaimana game (kita) bisa menguasai pasar tanah air dan bisa di-ekspor ke luar negeri.”

    Lalu, menariknya, di acara Eksternal Demo Day IGSI Batch 02 ini, tim manajemen juga menyediakan gim dalam bentuk demo play dari para peserta berupa link sehingga para penonton juga dapat mencoba memainkan gim yang cukup menarik perhatian mereka.

    Kesepuluh peserta batch 02 dan gim hasil buatan mereka adalah sebagai berikut:

    1. Dreams Studio “Milky Way: Idle Space Shooter”

    Screenshot Game dari tim Dreams Studio

    Milky Way: Idle Space Shooter merupakan sebuah mobile game dengan gameplay mechanic yang simple, yaitu dengan cara tap-tap layar untuk mengalahkan musuh. Tujuan player memainkan game ini adalah menguasai seluruh galaksi dengan menjajahi planet-planet dan mendapatkan mineral serta membangun sebuah tim pesawat luar angkasa yang kuat.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/TJzzIavHNTI

    Link Game Trailer: https://youtu.be/indk52vYBRM

    Link Demo: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.Dreamstudio.MW

    2. Orange Games Production “Elementalist”

    Screenshot Game dari tim Orange Games Production

    Elementalist merupakan sebuah mobile game dimana para pemain akan disuguhi beberapa karakter dengan skill yang unik untuk setiap karakternya yang juga akan menunjang spell-spell berbentuk kartu yang dimiliki pemain. Kartu-kartu spell tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan musuh dalam game ini.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/9S8xuGaPIJc

    Link Game Trailer: https://youtu.be/OFs_gDrK0do

    Link Demo: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.OrangeGamesProduction.Elementalist

    3. Alphac Studios “Labs 2045″

    Screenshot Game dari tim Alphac Studios

    Mobile game yang bertemakan robot ini membiarkan para pemain untuk kustomisasi robot yang dimiliki agar menjadi kuat untuk mengalahkan musuh yang juga berupa robot untuk menyelesaikan misi-misi di dalam game berjudul Labs 2045 ini.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/OgQBlDsACKI

    Link Game Trailer: https://youtu.be/PIkfl0lqsy4

    Link Demo: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.AlphacStudios.Labs2045

    4. Last Boss Studio “Tower Dungeon”

    Screenshot Game dari tim Last Boss Studio

    Mobile game yang memadukan antara ritme dan aksi ini akan menguji kemampuan para pemain untuk menyesuaikan diri dengan tempo yang tepat sembari menyerang dan bertahan dari para musuh dalam game berjudul Tower Dungeon ini agar dapat berlanjut ke level berikutnya.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/95hJuqcwUxE

    Link Game Trailer: https://youtu.be/AKiQAM00CbA

    Link Demo: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.LastBossStudio.TowerDungeon

    5. Sweet Potato Studio “Witch Game”

    Screenshot Game dari tim Sweet Potato Studio

    Witch Game merupakan sebuah mobile game berbasis multiplayer dimana dapat dimainkan oleh 4 orang pemain secara bersamaan. Pemain akan dituntut untuk eksplorasi sebuah wilayah yang luas dan bertahan dengan menyerang pemain lain tetapi tetap harus mengalahkan musuh dan juga boss yang akan muncul dalam permainan.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/ySpVL1rsV78

    Link Game Trailer: https://youtu.be/WIe8Z4N6BAk

    Link Demo: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.SweetPotato.Witchnesia

    6. GrinSmile “(Don’t) Step on Me!”

    Screenshot Game dari tim GrinSmile

    PC game dengan pixel art berjudul (Don’t) Step on Me ini merupakan sebuah game berbasis multiplayer yang akan menuntut para pemain saling menginjak pemain lainnya untuk membuat satu set huruf yang telah ditentukan pada awal permainan sebelum dimulai. Game ini ditujukan untuk dimainkan bersama teman atau keluarga dengan berbagai karakter lucu dan latar game yang bermacam-macam.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/wBLJGLEyk1I

    Link Game Trailer: https://youtu.be/OH0sBRJhgY8

    Link Demo: https://grinsmile.itch.io/dont-step-on-me

    7. 4Happy Studio “Who is He: Let Me Out”

    Screenshot Game dari tim 4Happy Studio

    Who is He: Let Me Out merupakan PC Game yang memiliki genre horror-puzzle dengan latar tahun 1960-an di Indonesia. Game ini bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Alvin yang merupakan anak dari sebuah keluarga kaya keturunan Belanda, terbangun dari sebuah mimpi aneh di rumahnya, dan harus memecahkan berbagai puzzle agar dapat keluar dari rumahnya untuk mencari tahu keberadaan keluarganya.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/npr1PeU779U

    Link Game Trailer: https://youtu.be/CHUy2KAmiRg

    Link Demo

    · Steam: https://store.steampowered.com/app/1269520/Who_is_He_Let_Me_Out/

    · Itchio: https://4happy.itch.io/letmeout

    8. Clay Game Studio “Faerie Afterlight”

    Screenshot Game dari tim Clay Game Studio

    Faerie Afterlight merupakan sebuah PC Game dengan genre platformer metroidvania. Disini pemain akan memainkan sebuah karakter utama bernama Kimo yang berusaha mencari serpihan berbentuk cahaya bersama partnernya Whispy untuk mengembalikan Lumina, yaitu sebuah tanah yang subur dimana banyak mahluk hidup dengan tentram sebelum kegelapan datang di dunia tersebut.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/RvfPbTo4PPc

    Link Game Trailer: https://youtu.be/H4QQTN4srb4

    Link Demo

    · Steam: https://store.steampowered.com/app/1415280/Faerie_Afterlight/

    · Itchio: https://claygamestudio.itch.io/faerie-afterlight

    9. Studio Teamless “Make Peas not War”

    Screenshot Game dari tim Studio Teamless

    Make Peas not War merupakan sebuah PC Game bertemakan makanan dengan genre rogue-lite dungeon crawler. Disini pemain diharuskan mendapatkan bahan masakan dari barang yang dijatuhkan oleh musuh dengan mengalahkannya, dan membuat berbagai masakan dari bahan tersebut untuk dijadikan sebuah alat atau senjata untuk menyerang musuh-musuh di dalam game.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/fbFBLUO7CCg

    Link Game Trailer: https://youtu.be/hdKnm3rJ1aA

    Link Demo: https://drive.google.com/drive/folders/1al1JOu8AYMCPZuh8GpUklhUydShzxqzx?usp=sharing

    10. Pendopo Studio “Rendezvous”

    Screenshot Game dari tim Pendopo Studio

    PC Game berjudul Rendezvous ini memiliki tema futuristic dengan genre puzzle-adventure di dalamnya. Pemain akan bermain sebagai Setyo, tokoh utama dari game ini, yang berusaha mencari adiknya yang tidak diketahui keberadaannya. Dalam game ini pemain harus memecahkan berbagai puzzle, mengalahkan musuh, juga menghindar dari kejaran-kejaran orang yang ingin mencelakai Setyo dan juga adiknya.

    Link Game Reviews: https://youtu.be/BmfzgSKuOMk

    Link Game Trailer: https://youtu.be/Rv14w08XBWU

    Link Demo

    · Steam: https://store.steampowered.com/app/1409300/Rendezvous/

    · Itchio: https://pendopo.itch.io/rendezvous

    Program IGSI batch ke-2 ini telah melakukan sebuah acara penutupan pada hari Jumat, 9 Oktober 2020 lalu, dan program IGSI batch ke-3 akan mulai berjalan pada pertengahan bulan Oktober 2020 mendatang. Program yang berada dalam naungan Indigo Creative Nation (ICN) ini merupakan program inkubasi pertama untuk game startup di Indonesia dan merupakan hasil kerjasama antara Telkom Indonesia dengan Melon Indonesia sebagai Game Publisher serta PT Agate International sebagai Game Developer terbesar di Indonesia saat ini melalui Agate Academy. Ikuti terus perkembangan mengenai program ini melalui sosial media resmi IGSI di Facebook Page IGSI, Instagram (@game.indigo.id), juga Twitter (@game_indigo_id).

    Bagi yang belum menonton acara Demo Day Eksternal Batch 02, langsung tonton saja selengkapnya di Channel Youtube IGSI di link berikut ini.

    Read More

    IGSI Batch 3 Open Registration and Extended to 4th September 2020

    blog
    IGSI Batch 3 Open Registration and Extended to 4th September 2020

    Setelah lebih dari sebulan masa inkubasi program Indigo Game Startup Incubation Batch 2 berjalan, IGSI kembali membuka pendaftaran bagi para Game Developer untuk mengikuti program batch ketiga di tanggal 10 Juli 2020 lalu. Untuk menarik lebih banyak pengembang game Indonesia terutama yang masih baru berdiri, tim manajemen IGSI mengadakan Webinar Online setiap minggunya di bulan Juli hingga pertengahan Agustus sebagai pengganti acara Roadshow yang biasanya diadakan ke 5 kota besar di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dari para peserta dikarenakan masih adanya pandemi virus Covid-19.

    Adapun berbagai benefit yang bisa didapatkan oleh para peserta jika mereka terpilih untuk ikut program IGSI, yaitu: dana dan investasi hingga 2 Miliar Rupiah, mentoring dari para ahlinya, dan juga pemberian lisensi untuk software terkait pengembangan game serta peminjaman hardware namun hanya untuk beberapa part yang masih bisa dikirim melalui ekspedisi.

    Pembukaan registrasi batch 3 yang seharusnya hanya sampai tanggal 21 Agustus 2020, diperpanjang hingga tanggal 4 September 2020 mendatang dikarenakan adanya beberapa peraturan dan informasi baru yang akan diterapkan di program IGSI batch ke-3. Berikut beberapa informasi baru tersebut seperti yang dapat dilihat pada banner di samping.

    1. Kondisi kerja bagi para peserta batch 3: Full Remote atau Kerja Dari Rumah.
    2. Masa inkubasi yang seharusnya 3 bulan menjadi 4 bulan karena kondisi kerja yang baru.
    3. Tim yang mendaftar minimal harus berisikan 2 orang, dan maksimal bisa berisikan hingga 10 orang.
    4. Seluruh tim diharapkan sudah memiliki peralatan yang memadai untuk pengembangan game, seperti: PC atau laptop yang memadai, peralatan untuk menggambar digital, dan peralatan untuk koordinasi secara online (headset dan mic).

    Selain informasi di atas, adapun pemberitahuan lainnya terkait uang saku bagi para peserta batch 3 nantinya. Dikarenakan masa inkubasi yang diperpanjang menjadi 4 bulan, maka uang saku yang akan diberikan menjadi Rp 2.750.000,- per orang per bulannya. Selain itu dikarenakan kondisi kerja para peserta menjadi online dari rumah masing-masing, akan ada penggantian penggunaan internet sebesar Rp 250.000,- per orang per bulannya.

    Bagi para game developer yang ketinggalan mengikuti acara webinar online dari IGSI, bisa menonton secara lengkapnya di Playlist Youtube berikut ini. Ada banyak informasi yang pastinya akan sangat berguna bagi para game developer terutama yang sedang mencari insight untuk perkembangan game-nya. Untuk yang masih memiliki banyak pertanyaan mengenai program IGSI, bisa cek secara lengkapnya di halaman FAQ website IGSI.

    Daftar sekarang di link berikut ini untuk ikut program IGSI Batch 3. Jika kamu masih merasa awam di bidang pengembangan game, daftar untuk ikut program DILo Game Academy buat belajar dasar-dasar ilmu yang diperlukan untuk mengembangkan game secara online dan gratis di link berikut ini.

    Bila masih ada pertanyaan atau informasi yang kurang jelas mengenai program IGSI, hubungi kami melalui Whatsapp (+62 822 1778 7119) atau email (game.indigo.id@gmail.com).

    Read More

    IGSI Game Jam #FOOD 2020

    blog

    Kali ini sebagai salah satu upaya agar pengembang game Indonesia menjadi lebih aktif dan dikenal lebih luas lagi, Tim Indigo Game Startup Incubation mengadakan kembali sebuah event Game Jam dengan tema MAKANAN.

    Acara yang dibuka pada tanggal 29 Juli 2020 lalu ini, memberikan total hadiah yang cukup fantastis kepada pemenang event, yaitu sebesar 30 juta rupiah. Hadiah itu dibagikan menjadi 5 kategori pemenang, yakni:

    1. Best Promising Game Concept @3,5 juta rupiah untuk 2 tim
    2. Best Fun Game Concept @3,5 juta rupiah untuk 2 tim
    3. Best Game Art @3,5 juta rupiah untuk 2 tim
    4. Most Favorite Game sebesar 2 juta rupiah untuk 1 tim
    5. Favorite Games @1 juta rupiah untuk 5 tim

    Untuk 3 kategori pertama, game yang telah disubmit oleh para peserta dinilai oleh para juri yang terdiri dari berbagai pihak yang terlibat dalam program IGSI. Sedangkan untuk 2 kategori terakhir, sesuai dengan namanya, dinilai dari dukungan di sosial media (Facebook Page IGSI) dengan cara like, comment, dan share banner post game dari tim favoritnya.

    Acara ini disambut dengan sangat antusias oleh para pengembang game Indonesia hingga ada banyak sekali tim yang mendaftar mengikuti Game Jam kali ini. Setelah game jam dimulai, total ada 36 tim yang men-submit game-nya untuk ikut dilombakan dalam event kali ini.

    Waktu penjurian dan juga voting untuk kategori game favorit, dimulai dari tanggal 12 Agustus 2020, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 2020 Pk 12.00 WIB. Hasil keputusan para pemenang kemudian diumumkan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020.

    Berikut hasil keputusan yang diberikan oleh para juri untuk “Best Categories.”

    1. Best Promising Game Concept (2 tim)

    2. Best Fun Game Concept (2 tim)

    3. Best Game Art (2 tim)

    Hasil dari dukungan para penggemar peserta Game Jam untuk kategori “Favorite Categories” adalah sebagai berikut.

    1. Most Favorite Game (1 tim)

    2. Favorite Games (5 tim)

    Seluruh game dengan tema makanan karya anak bangsa ini dapat dilihat lebih jelas melalui album foto Game Jam #FOOD 2020 di Facebook Page IGSI. Sedangkan yang penasaran dengan trailer dari game mereka, bisa cek langsung ke Playlist Game Jam #FOOD 2020 di Channel Youtube IGSI.

    Bagi para Game Developer yang penasaran dengan program IGSI dan ingin bisa berdikari kedepannya, mari daftar buat ikutan batch berikutnya di website-nya langsung. Jika kamu masih awam akan dunia perkembangan game, persiapkan saja dirimu terlebih dahulu dengan mengikuti online course gratis dari DILo Game Academy.

    Read More

    3 Indigo Game Startup Incubation Participants Will Become Indonesia Game Developer Representative with 13 Others in Gamescom 2020 – Devcom Digital Conference 2020

    blog

    Mengutip dari situs OkeTechno (OkeZone), Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) membuka program fasilitasi bagi perusahaan game Indonesia untuk berpartisipasi dalam Gamescom 2020 pada bulan Juli 2020.

    Dikatakan pula bahwa telah terpilih 16 studio game yang akan menjadi wakil Indonesia dan mendapat fasilitasi untuk mengikuti Devcom Digital Conference, sub-event dari Gamescom 2020. Adapun 3 dari 16 studio game terpilih tersebut merupakan game developer startup yang dididik dan dibimbing melalui program Indigo Game Startup Incubation (IGSI) di batch pertama yang telah dijalankan pada bulan September hingga November 2019 lalu. Berikut nama dari ketiga tim yang lolos dari open call, maupun lolos melalui program GELORA 2020.

    1. Freemergency

    2. GINVO Studio

    3. SLAB Games

    Selamat kepada seluruh tim terpilih, semoga hal ini dapat menjadi salah satu pandangan yang baik bagi kemajuan Game Developer Indonesia dalam industri game secara global.

    Read More
    EnglishIndonesianJapanese